Kamis, 06 Agustus 2009

Kafilah MTQ Bawa Pulang Satu Emas

Kafilah Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Lamongan sukses bawa pulang satu medali emas pada ajang MTQ Jatim ke-23 di Jember. Selain medali emas, kafilah yang berkekuatan 40 orang itu juga berhasil meraih satu medali perunggu, dua juara harapan 1, dua juara harapan II dan tiga juara harapan III.

Menurut Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Lamongan Fadeli, untuk medali emas sukses diraih olih tiga orang santri yang berlomba di nomor beregu MSQ atau Musabaqah Syahril Qur'an. Ketiga santri itu adalah Laili Purnamasari, Istiqomah dan Yati Iqnail Farah. Sementara peraih medali perunggu adalah Khoirotul Ummah yang berlomba di cabang MHQ (Musabaqah Hifdzil Qur'an) 1 juzz dan Tilawah Putri.

“Saya sampaikan terima kasih kepada seluruh personil kafilah MTQ Lamongan yang telah berjuang keras untuk bawa harum nama Lamongan. Dan Alhamdulillah perjuangan itu berbuah satu medali emas dan satu medali perunggu. Ini juga tidak terlepas dari doa dan dukungan dari semua komponen masyarakat di Lamongan. Semoga prestasi ini bisa menjadi awal dari prestasi gemilang bidang Tilawatil Qur’an di Lamongan, “ ujar Fadeli yang juga Sekkab Lamongan tersebut.

Ditambahkannya, bahkan sebelum MTQ dimulai, LPTQ sudah merancang program pembinaan untuk MTQ. Ini dengan harapan agar persiapan yang dilakukan lebih matang lagi. “Saya berharap kejuaraan MTQ bisa digelar mulai level desa sehingga bakat-bakat baru dapat muncul dan terpantau, “ ujarnya.

Sementara dua cabang yang meraih juara harapan I adalah cabga Tartil Putrid an MHQ 30 juzz putera yang masing-masing diraih oleh Yuyn Rizqiyatul dan M Shobirin. Selanjutnya Syaifuddin bersama Abdullah dan Rohmatul Faizah meraih juara harapan II di cabang MFQ atau Musabaqah Fahmil Qur'an. Anggota kafilah lain yang meraih juara harapan II adalah M Chusnul Wadi’ di cabang Tafsir Bahasa Arab putera.

Kafilah MTQ Lamongan sendiri mengikuti enam cabang. Yakni Tilawah, Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ), Musabaqoh Syarhil Qur’an (MSQ), Tafsir Qur’an, Musabaqoh Fahmil Qur’an (MFQ) dan Musabaqoh Khottil Qur’an (MKQ). Mulai dari tingkat remaja putera puteri, anak-anak hingga tuna netra putera. Begitu pula untuk pawai ta'aruf yang digelar sebelum pembukaan MTQ, Lamongan juga turut serta.


Vaksin Meningitis Hanya Halal Untuk Haji Wajib

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim KH Abdussomad Bukhori sampaikan sesuai dengan keputusaqn MUI, vaksin meningitis hanya halal jika disuntikkan pada haji wajib saja. Hal itu dikatakannya saat menghadiri Rakerda MUI Lamongan 2009 di Pendopo Lokatantra Lamongan kemarin (5/8).

Dikatakan KH Abdussomad, keputusan tersebut hanya berlaku sementara sampai ditemukan vaksin yang halal atau ketika pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk tidak menggunakan vaksin dengan merk dagang Mencifak tersebut. Sementara diantara yang masuk kategori haji wajib adalah mereka yang berhaji untuk kali pertama. “Sehingga bagi mereka yang berhaji untuk kedua kali, menggunakan vaksin meningitis ini hukumnya haram, “ ujarnya.

Menurut dia, pertimbangan tersebut didasarkan pada situasi darurat. Yakni ketika belum ada vaksin lain pengganti bagi vaksin meningitis. Sementara penyakit meningitis sendiri sangat berbahaya dan menular serta dapat meyebabkan radang selaput otak hingga kematian. “Proses pembuatan vaksin ini menggunakan media enzim pancreas babi. Namun pemerintah Arab Saudi mewajibkan bagi siapa saja yang masuk negaranya, termasuk bagi jamaah haji, untuk disuntik vaksin meningitis. Selain itu, sampai saat ini belum ditemukan vaksin pengganti untuk penyakit berbahaya ini, “ terang dia.

Rakerda itu sendiri dibuka Bupati Lamongan Masfuk. Selain Ketua MUI Lamongan KH Abdul Aziz Choiri, sejumlah Ketua MUI kabupaten tetangga seperti Ketua MUI Tuban dan Bojonegoro. Selain itu Rakerda itu juga dihadiri Wabup Tsalits Fahami, Sekkab Fadeli, sejumlah muspida setempat dan Ketua MUI kecamatan se Kabupaten Lamongan.

Masfuk dalam sambutannya menanggapi apa yang disampaikan KH Abdussomad Bukhori sampaikan saat ini masih terjadi kebingungan di umat. Dan kebingungan umat ini menurutnya perlu mendapat penjelasan dari MUI. Hal itu, kata Masfuk, terutama terkait fatwa haram untuk haji kedua kali yang disuntik vaksin meningitis. “Kebingungan umat ini nanti saya rasa perlu diisikusikan bersama dalam forum Rakerda ini. Supaya nanti ada kejelasan. Karena selain Lamongan memiliki sejumlah besar pondok pesantren, hamper 100 persen penduduknya adalah muslim, “ ujar dia.

Dalam sambutannya tersebut, Masfuk juga menyebut ulama di Lamongan selama ini telah berikan banya sumbangsih untuk pembangunan di Kabupaten Lamongan. “Saya tidak bisa membayangkan apa jadinya pembangunan tanpa dukungan dan arahan dari ulama, “ kata dia.

Tahun Depan Pabrik Sorbitol Sudah Berdiri

Pada kwartal pertama tahun 2010 mendatang, bangunan pabrik pengolah gula dari pati jagung yakni PT Sorini Agro Asia Corporindo akan sudah berdiri di Kecamatan Ngimbang. Kepastian tersebut disampaikan General Manager Corn Project PT Sorini Agro Asia Corporindo Agung Subroto saat sosialisasi Agropolitan di Pendopo Kecamatan Ngimbang, Senin (4/7).

Dalam paparannya kepada ratusan masyarakat tersebut, Agung sampaikan bahwa PT Sorini Agro Asia Corporindo adalah perusahaan di bidang kimia pangan yang memproduksi gula dari pati singkong. Sementara yang diKecamatan Ngimbang adalah satu unit produksi baru pengolah pati dari bahan jagung. “Saya sampaikan disini, yang dibangun di Ngimbang ini adalah satu-satunya unit pengolah pati jagung di Indonesia, “ ucap dia.

Dijelaskan olehnya, unit produksi di Ngimbang itu kapasitas produksinya mencapai 450 ton jagung pipilan per hari. Jumlah tersebut setara dengan 250 ton pati jagung perharinya. Berdasar survey yang telah dilakukan supply, lanjut dia, pihaknya optimis Lamongan bakal mampu supply kebutuhan PT Sorini. “Nantinya kami akan berproduksi selama 24 jam dalam 3 shift dan 7 hari kerja perminggu. Libur maintenance dilakukan bersama dengan libur nasional, “ imbuhnya.

“Kami berharap mendapatkan dukungan masyarakat dan pemerintahan setempat serta seluruh stake holders di Lamongan. Kedepan kami yakin akan terjadi suatu hubungan simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan anatar PT Sorini, masyarakat sekitar dan pemerintah, “ kata dia dalam kegiatan yang dihadiri Bupati Lamongan Masfuk, Wabup Tsalits Fahami Sekkab Fadeli serta sejumlah muspida Lamongan itu.

Pabrik terdekat PT Sorini sendiri berada di Gempol/Pasuruan dan Beji/Malang. Sementara pabrik pengolah pati singkong ada tiga unit, masing-masing dua unit di Lampung dan satu unit lainya di Ponorogo.

Masfuk sendiri menyebut berdirinya PT Sorini di kawasan selatan Lamongan (Ngimbang) tersebut adalah bagian dari komitmen Pemkab Lamongan untuk lakukan langkah nyata bagi wilayah selatan. “Awalnya memang berat, namun berkat dukungan masyarakat bersama semua pihak akhirnya “jebol” juga wilayah selatan, “ ujarnya merujuk mulai masuknya investor besar di wilayah selatan.

Kepada sejumlah kepala desa yang hadir dia minta mereka untuk memberi pengertian pada masyarakat agar jangan sampai jalan yang sudah mulai terbukla tersebut diganggu ditengah jalan. “Hal yang bagus ini jangan sampai dipelintir. Mari kita lindungi bersama kepentingan bersama yang bagus ini sehingga capat terwujud, “ papar dia.

Menurut Masfuk, dengan penetapan wilayah selatan sebagai Agropolitan, maka mulai industri hilir hingga hulu di bidang pertanian nantinya akan ditata di wilayah selatan. Mulai dari pra produksi, produksi, pasca produksi hingga pemasaran dan infrastruktur pertanian semuanya akan ditata. “Jika kawasan utara Lamongan adalah basis pengembangan industri maritim, maka kawasan selatan ini dikonsentrasikan pada industri pertanian, “ terang dia.

Berdasar laporan Kepala Bappeda Lamongan Ismunawan, wilayah selatan secara formil memang telah ditetapkan sebagai daerah Agropolitan. Yakni berdasar Keputusan Bupati Lamongan nomor 188/284/KEP/413.013/2008 tentang Penetapan Kecamatan Ngimbang Sebagai Sentra Kawasan Agropolitan di Kabupaten Lamongan. Serta Surat Gubernur Jatim nomor 520/1181/202.2/2009 tentang Penetapan Kabupaten Lamongan sebabagai Lokasi Pengembangan Kawasan Agropolitan di Jatim.

Senin, 03 Agustus 2009

Jalan Sehat HUT Membludak

Jalan sehat dalam peringatan HUT RI ke-64 di Kecamatan Babat kemarin, Minggu (2/8) berlangsung meriah. Ratusan peserta terlihat mengikuti jalan sehat yang dibuka Sekkab Lamongan Fadeli di Pendopo Kelurahan Babat/Babat tersebut. Pendopo tersebut sekaligus menjadi start dan finis jalan sehat tersebut.

Menurut panitia penyelenggara jalan sehat, Jarot Togen, pihak panitia telah menyiapkan sejumlah hadiah. Selain hadiah utama berupa lemari es, juga masih ada sejumlah hadiah lain sperti televisi, sepeda gunung dan beberapa hadiah door prize.

Fadeli sendiri dalam sambutannya menyambut baik kegiatan yang digelar tersebut. Selain sebagai salah satu kegiatan positif untuk kesehatan, dikatakan Fadeli, jalan sehat juga bisa sebagai satu bentuk kebersamaan antar masyarakat.

“ Selain menyehatkan, jalan sehat seperti ini juga dapat menjaga kebersamaan dalam masyarakat. Mulai dari start sampai finish berjalan bersama. Ini adalah satu bentuk keguyuban bangsa yang harus tetap dijaga, “ ujar Fadeli yang juga Asisten Manager Persela tersebut.

Dilanjutkan olehnya, kedepan Babat akan semakin menjadi barometer perekonomian. Selain karena tempatnya yang strategis, yakni berada di persimpangan empat kabupaten mulai Lamongan, Tuban, Bojonegoro dan Jombang, sejumlah proyek besar nantinya akan ada di Babat. Yakni pembangunan Pasar Agrobis dan pembangunan Pasar Modern Babat.

Pendonor Lamongan Masih Minim

Minat warga Lamongan untuk menjadi pendonor darah masih minim. Terbukti dari sejumlah 8.104 kantong darah yang berhasil dihimpun PMI (Palang Merah Indonesia) Cabang Lamongan tahun 2008 dari berbagai sumber, sebagian besar, atau 4.495 kantong adalah dropping dari PMI Surabaya. Hal itu disampaikan Ketua Pengurus Cabang PMI Lamongan Sudjiman kemarin di Ruang Sasana Nayaka Pemkab Lamongan saat pembinaan oleh Pengurus Daerah PMI Jatim. Menurut dia, ada sejumlah kendala untuk meningkatkan jumlah pendonor di Lamongan. Diantaranya kurangnya sosialisasi dan kendala ijin dari kepala sekolah saat mobil unit keliling PMI akan lakukan kegiatan donor darah di suatu SMA. “Seringkali kami kesulitan lakukan kegiatan donor di SMA karena terkendala ijin Kepala Sekolahnya dengan alas an akan mengganggu kegiatan belajar mengajar. Padahal penyumbang donor terbesar di Lamongan adalah para pelajar SMA. Namun kedepan kami akan terus meningkatkan jumlah pendonor lokal ini dengan membentuk paguyuban pendonor. Saat ini paguyuban ini sudah terbentuk di beberapa kecamatan. Diantaranya adalah Lamongan, Kedungpring, Babat, Ngimbang dan Mantup, “ ungkap dia. Dilanjutkannya, tahun lalu jumlah pendonor di Lamongan saja mencapai 3.609 orang. Dari jumlah tersebut, 837 kantong darah berasal dari pendonor sukarela, 323 kantong berasal dari donor pengganti dan 2.449 kantong berasal dari mobil unit keliling PMI. “Untuk menutup kebutuhan kantong darah, tahun lalu kami menerima dropping darah dari PMI Surabaya sebanyak 4.495 kantong. Sehingga total tahun lalu PMI Lamongan mampu sediakan 8.104 kantong darah, “ urai dia. Sementara sampai dengan tribulan kedua tahun ini, kata Sudjikan, sudah terkumpul sejumlah besar 1.660 kantong darah. Terbesar berasal dari mobil unit keliling, yakni 1.094 kantong. Sementara Wakil Bupati Lamongan Tsalits Fahami dalam kegiatan yang dihadiri Ketua Pengurus Daerah PMI Jatim Subagyo tersebut berharap agar pengurus ranting PMI Lamongan yang sudah terbentuk di 27 kecamatan segera melaksanakan tugasnya. “Jangan sampai adanya pengurus ranting sama dengan tidak adanya, “ ujar dia. Disampaikan Tsalits, untuk tahap awal pengurus bisa melakukan tertib administrasi. “Barang baik kalau tidak diorganisir dengan baik akan kalah dengan kejelekan yang dikoordinir dengan baik. Contohnya kejelekan yang diorganisir dengan baik tapi hasilnya mengalahkan kebaikan yang tidak diorganisir adalah terorisme. Kedepan saya juga berharap PMI bisa melakukan pelatihan sebagai tenaga sukarela untuk hadapi bencana. Sehingga ketika ada bencana seperti banjir, ada tim dari PMI yang telah siap, “ tegasnya dalam kegiatan yang diikuti pengurus ranting PMI se Lamongan tersebut.