Kisah keberhasilan pengelolaan wisata di Lamongan masih menjadi daya tarik bagi banyak daerah untuk belajar menapaki trik suksesnya. Daerah terbaru adalah Kota Tual Kepulauan Provinsi Maluku yang melakukan kunjungan kerja terkait pengelolaan wisata. Rombongan yang dipimpin Ketua Komisi B DPRD Kota Tual Kepulauan Abas A Hanubun itu diterima Wakil Bupati Tsalits Fahami di Ruang Sasana Nayaka Pemkab Lamongan, Jum’at pagi (30/4).
Menurut Abas, Kota Tual Kepulauan adalah daerah baru hasil pemekaran dari Kabupaten Maluku pada 2007 silam. Sementara baru pada Oktober 2008 Kota Tual Kepulauan memiliki pemerintahan definitif hasil dari Pemilukada 2008. “Sebagai daerah yang masih baru, ada banyak hal yang harus kami kerjakan. Terutama untuk menggenjot APBD demi segera meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Tual, “ ujarnya.
Dilanjutkan olehnya, Kota Tual Kepulauan memiliki wilayah yang unik. Dari sekitar 19 kilometer persegi wilayah yang dimiliki, 98 persennya atau seluas 18.738 kilometer adalah lautan. Sedangkan wilayah daratannya tidak sampai 2 persen.
“Kami memiliki 66 pulau dengan begitu banyak potensi yang belum bisa dimanfaatkan. Selain akan diarahkan untuk tujuan investasi, sejumlah pulau akan diarahkan sebagai tujuan wisata bahari. Semoga dengan kunjungan ini kami bisa belajar dari Lamongan yang telah sukses wujudkan WBL hingaa begitu sukses. Demikian pula kami ingin sharing pengetahuan mengenai penataan industri di wilayah pantai, “ urai dia.
Tsalits di kesempatan itu yang didampingi Ketua Komisi B DPRD Lamongan A Fatchur bersama sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) setempat memaparkan konsep pengembangan wilayah utara Lamongan yang didominasi wilayah pantai. “Pengembangan wilayah utara Lamongan memang dititikberatkan pada industri maritim. Termasuk didalamnya industri wisata dengan konsep bahari, yakni WBL. Selain WBL, di wilayah utara Lamongan terlah berdiri pelabuhan terpadu LIS dan akan segera beroperasi pelabuhan ASDP, pelabuhan perikanan samudera dan sejumlah industri maritim lainnya seperti cold storage, “ terang dia.
“Dulu, sebelum era reformasi, orang bahkan tidak tahu kalau Tanjung Kodok yang sekarang menjadi lokasi WBL berada di Lamongan. Namun Alhamdulillah setelah reformasi bergulir dan Lamongan di pimpin Pak Masfuk pada 2000, pembangunan mulai digenjot. Hanya karena Pak Masfuk memiliki jiwa entrepreneurshiplah, investor mau menanamkan modal di Tanjung Kodok yang hanya berupa batu cadas. Selain itu, berbagai kemudahan untuk investor seperti perijinan satu atap menjadikan Lamongan kini sangat menarik bagi sejumlah investor, “ imbuhnya.
Rabu, 05 Mei 2010
10 Mahasiswa Ikut Tes Yak Yuk 2010
Tahun ini pemilihan duta wisata Yak Yuk Lamongan kembali dimulai. Pada sesi tes tulis dan wawancara yang diadakan di Aula Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lamongan, Rabu (28/4) tercatat ada sejumlah 101 orang yang mendaftar. 10 Peserta diantaranya adalah mahasiswa.
Menurut keterangan Khusnul Khotim, Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten setempat, dari 101 pendaftar Yak Yuk 2010 tersebut, 10 orang diantaranya berstatus mahasiswa, sementara sisanya pelajar. Tes yang diberikan adalah seputar pengetahuan umum dan kebudayaan serta pariwisata di Lamongan.
“Minat pelajar untuk mengikuti Yak Yuk tahun ini masih cukup besar. Mahasiswa juga ada yang turut serta dalam tes tulis hari ini. Mereka diantaranya berasal dari Unair dan Unesa Surabaya serta Akper, Stikes dan Unisla Lamongan, “ ujarnya kemarin di ruang kerjanya.
Setelah menyelesaikan sesi tes tulis dan wawancara, semua peserta selanjutnya akan mengikuti sesi tes talenta pada 29 April nanti. Nilai kedua tes ini akan menentukan penentuan peserta di posisi 30 besar. “Posisi peserta 30 besar akan diumumkan pada 1 Mei mendatang. Mereka yang masuk 30 besar ini kemudian akan mendapatkan pembekalan dan diwajibkan mengikuti karantina selama dua hari di Tanjung Kodok Beach and Resort pada 4-5 Mei mendatang, “ kata dia.
Seperti halnya edisi sebelumnya, babak grand final akan digelar di GOR Lamongan pada 8 Mei. Pada Yak Yuk 2009, selempang Yak Lamongan disandang Achbabta Shohi dan Monica Septiana Mandagi dinobatkan sebagai Yuk Lamongan 2010.
Menurut keterangan Khusnul Khotim, Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten setempat, dari 101 pendaftar Yak Yuk 2010 tersebut, 10 orang diantaranya berstatus mahasiswa, sementara sisanya pelajar. Tes yang diberikan adalah seputar pengetahuan umum dan kebudayaan serta pariwisata di Lamongan.
“Minat pelajar untuk mengikuti Yak Yuk tahun ini masih cukup besar. Mahasiswa juga ada yang turut serta dalam tes tulis hari ini. Mereka diantaranya berasal dari Unair dan Unesa Surabaya serta Akper, Stikes dan Unisla Lamongan, “ ujarnya kemarin di ruang kerjanya.
Setelah menyelesaikan sesi tes tulis dan wawancara, semua peserta selanjutnya akan mengikuti sesi tes talenta pada 29 April nanti. Nilai kedua tes ini akan menentukan penentuan peserta di posisi 30 besar. “Posisi peserta 30 besar akan diumumkan pada 1 Mei mendatang. Mereka yang masuk 30 besar ini kemudian akan mendapatkan pembekalan dan diwajibkan mengikuti karantina selama dua hari di Tanjung Kodok Beach and Resort pada 4-5 Mei mendatang, “ kata dia.
Seperti halnya edisi sebelumnya, babak grand final akan digelar di GOR Lamongan pada 8 Mei. Pada Yak Yuk 2009, selempang Yak Lamongan disandang Achbabta Shohi dan Monica Septiana Mandagi dinobatkan sebagai Yuk Lamongan 2010.
Ratusan PKL Terima SIUP Gratis
Sebanyak 319 pedagang kaki lima atau PKL di Kota Lamongan menerima fasilitas Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) gratis dari Pemkab Lamongan. Penyerahan SIUP tersebut kemarin (27/4) diserahkan secara simbolis oleh Bupati Masfuk pada perwakilan 10 orang PKL saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Desa Plosowahyu/Lamongan.
Selain SIUP gratis, di kesempatan yang sama juga diserahkan Kartu Tanda Anggota (KTA) bagi PKL tersebut. Masfuk mengatakan, pemberian SIUP gratis pada PKL tersebut selain untuk pendataan dunia usaha di Lamongan juga dengan memiliki SIUP, PKL akan memiliki identitas sebagai pelaku usaha.
“Ini bagian dari kebijakan Pemkab Lamongan untuk mendorong PKL di Lamongan agar lebih tertata dan berdaya. Karena saya dulu juga berawal dari sebagai PKL. Sehingga saya mengetahui bagaimana kondisi PKL, “ ujarnya
SIUP gratis itu sendiri diberikan pada PKL yang berada di 10 lokasi di Kota Lamongan. Yakni 90 orang PKL alun-alun, 20 orang yang berdagang di Pasar Sidoharjo, 25 orang PKL di Pasar Burung dan 23 orang PKL di sekotar Pasar Baru. Selain itu juga diberikan pada 25 PKL yang berjualan di belakang Masjid Agung, 38 orang pedagang kaset, 28 pedagang nasi boran, 14 orang pedagang bunga dan tanaman hias serta kepada 62 orang PKL di Perumnas Made.
Masfuk juga sempat menyinggung raihan prestasi siswa Lamongan dalam dunia pendidikan. Yakni terlampauinya target kelulusan ujian nasional (UN) SMA sederajat. Tingkat kelulusan siswa SMA sederajat Lamongan tahun ini kembali diatas 99 persen, sementara target kelulusan yang ditetapkan sebesar 95 persen. “Sangat membanggakan, bahkan SMAN 2 dan SMAN 3 Lamongan menduduki rangking dua peraih nilai UN terbaik di Jawa Timur di untuk bidang studi IPA dan IPS. Semoga prestasi ini masih bisa dipertahankan di masa mendatang, “ kata dia.
Selain SIUP gratis, di kesempatan yang sama juga diserahkan Kartu Tanda Anggota (KTA) bagi PKL tersebut. Masfuk mengatakan, pemberian SIUP gratis pada PKL tersebut selain untuk pendataan dunia usaha di Lamongan juga dengan memiliki SIUP, PKL akan memiliki identitas sebagai pelaku usaha.
“Ini bagian dari kebijakan Pemkab Lamongan untuk mendorong PKL di Lamongan agar lebih tertata dan berdaya. Karena saya dulu juga berawal dari sebagai PKL. Sehingga saya mengetahui bagaimana kondisi PKL, “ ujarnya
SIUP gratis itu sendiri diberikan pada PKL yang berada di 10 lokasi di Kota Lamongan. Yakni 90 orang PKL alun-alun, 20 orang yang berdagang di Pasar Sidoharjo, 25 orang PKL di Pasar Burung dan 23 orang PKL di sekotar Pasar Baru. Selain itu juga diberikan pada 25 PKL yang berjualan di belakang Masjid Agung, 38 orang pedagang kaset, 28 pedagang nasi boran, 14 orang pedagang bunga dan tanaman hias serta kepada 62 orang PKL di Perumnas Made.
Masfuk juga sempat menyinggung raihan prestasi siswa Lamongan dalam dunia pendidikan. Yakni terlampauinya target kelulusan ujian nasional (UN) SMA sederajat. Tingkat kelulusan siswa SMA sederajat Lamongan tahun ini kembali diatas 99 persen, sementara target kelulusan yang ditetapkan sebesar 95 persen. “Sangat membanggakan, bahkan SMAN 2 dan SMAN 3 Lamongan menduduki rangking dua peraih nilai UN terbaik di Jawa Timur di untuk bidang studi IPA dan IPS. Semoga prestasi ini masih bisa dipertahankan di masa mendatang, “ kata dia.
Jadi Bahan Skripsi Mandarin
Kebijakan pembelajaran Bahasa Mandarin di sekolah-sekolah Lamongan ternyata juga menarik minat akademisi negeri Tiongkok itu. Kemarin (26/4) dua orang mahasiswa dari Universitas Guang Zhou/China yang akan menulis skripsi terkait pembelajaran Bahasa Mandarin di Lamongan diterima Kadinas Pendidikan Mustofa Nur di ruang kerjanya.
Mereka adalah Chenly Bih Ling dan Phan Mu Sin yang sedang menyelesaikan skripsi sebagai syarat kelulusan. Keduanya didampingi putera Phan yang lebih lancar berbahasa Indonesia sebagai penterjemah. Menurut Phan, jurusan yang diambilnya bersama 70 mahasiswa lainnya adalah terkait pengajaran Bahasa Mandarin terutama untuk negara-negara yang bahasa ibunya bukan Bahasa Mandarin, seperti Indonesia.
”Kami mendengar tentang kebijakan pembelajaran Bahasa Mandarin di Lamongan ini dari berbagai media massa. Sehingga akan tepat sekali jika skripsi kami mengambil bahan di Lamongan. Semoga skripsi kami cepat selesai dan bisa segera mempraktekkan ilmu kami, ” ujar Phan dengan Bahasa Indonesia yang tidak lancar.
Kepada Mustofa Nur, ditanyakan mengenai awal mula pelaksanaan kebijakan pembelajaran Bahasa Mandarin itu di Lamongan. Terutama terkait pelibatan orang tua siswa. ”Orang tua selalu kami libatkan dalam setiap perumusan suatu kebijakan baru. Sehingga ketika dilaksanakan program tersebut berjalan lancar. Bahkan ada antusiasme luar biasa yang diluar perkiraan kami, ” tutur dia.
Phan dan Chenly masih akan melanjutkan kegiatanyya di Lamongan pada 4 Mei mendatang. Yakni dengan mengunjungi sejumlah sekolah di Lamongan yang sudah mengajarkan Bahasa Mandarin, baik dalam ekstrakulikuler maupun yang sudah jadi mata pelajaran tersendiri seperti di SMAN 2 Lamongan. Dinas Pendidikan sendiri pada 29 April nanti juga akan kembali menggelar Lomba Pidato Bahasa Mandarin untuk siswa setingkat SD hingga SMA sederajat.
Mereka adalah Chenly Bih Ling dan Phan Mu Sin yang sedang menyelesaikan skripsi sebagai syarat kelulusan. Keduanya didampingi putera Phan yang lebih lancar berbahasa Indonesia sebagai penterjemah. Menurut Phan, jurusan yang diambilnya bersama 70 mahasiswa lainnya adalah terkait pengajaran Bahasa Mandarin terutama untuk negara-negara yang bahasa ibunya bukan Bahasa Mandarin, seperti Indonesia.
”Kami mendengar tentang kebijakan pembelajaran Bahasa Mandarin di Lamongan ini dari berbagai media massa. Sehingga akan tepat sekali jika skripsi kami mengambil bahan di Lamongan. Semoga skripsi kami cepat selesai dan bisa segera mempraktekkan ilmu kami, ” ujar Phan dengan Bahasa Indonesia yang tidak lancar.
Kepada Mustofa Nur, ditanyakan mengenai awal mula pelaksanaan kebijakan pembelajaran Bahasa Mandarin itu di Lamongan. Terutama terkait pelibatan orang tua siswa. ”Orang tua selalu kami libatkan dalam setiap perumusan suatu kebijakan baru. Sehingga ketika dilaksanakan program tersebut berjalan lancar. Bahkan ada antusiasme luar biasa yang diluar perkiraan kami, ” tutur dia.
Phan dan Chenly masih akan melanjutkan kegiatanyya di Lamongan pada 4 Mei mendatang. Yakni dengan mengunjungi sejumlah sekolah di Lamongan yang sudah mengajarkan Bahasa Mandarin, baik dalam ekstrakulikuler maupun yang sudah jadi mata pelajaran tersendiri seperti di SMAN 2 Lamongan. Dinas Pendidikan sendiri pada 29 April nanti juga akan kembali menggelar Lomba Pidato Bahasa Mandarin untuk siswa setingkat SD hingga SMA sederajat.
Senin, 26 April 2010
DPRD Maluku Belajar Pengelolaan Dana Revolving
Pengelolaan dana bergulir atau revolving di Kabupaten Lamongan ternyata menarik perhatian DPRD Provinsi Maluku. Sejumlah 13 anggota Komisi C DPRD Provinsi Maluku kemarin melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Lamongan untuk belajar pengelolaan dana bergulir yang ditempatkan di bank daerah.
Rombongan yang dipimpin Ketua Komisi C DPRD Provinsi Maluku Yafet Damamain tersebut diterima Bupati Masfuk dan Wabup Tsalits Fahami di Ruang Sasana Nayaka setempat bersama sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait. Sementara dari legislatif Lamongan diwakili A Fatchur, Komisi B Bidang Perekonomian dan Keuangan. “Kami ke Lamongan untuk mengetahui bagaimana dana bergulir yang ditempatkan di bank daerah dikelola, “ ujar Yafet.
Pengelolaan dana bergulir di Kabupaten Lamongan seperti dijelaskan Masfuk dilakukan beberapa SKPD. Seperti Peningkatan Mutu Intensifikasi (PMI) komoditi padi, jagung dan tebi serta Program P4K (Pembinaan Peningkatan Pendapatan Petani-Nelayan Kecil) dikelola Dinas Pertanian Kehutanan.
“Selain itu ada juga dana bergulir untuk Koperasi Simpan Pinjam dan pemenuhan kebutuhan air minum dan sanitasi serta modal kerja PKL di Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan (Diskopindag). Kemudian PMI ternak yang dikelola Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) serta PMI sawah tambak yang dikelola Dinas Perikanan dan Kelautan, “ urai dia.
Disampaikan Masfuk, pengelolaan dana bergulir tersebut dilakukan bersama antara Bank Daerah Lamongan (BDL) dan SKPD pengelola. Untuk bunganya ditetapkan sama yakni 6 persen pertahun. Sedangkan jangka waktu pengembalian ada yang dalam jangka satu dan dua tahun.
Dirangkum dari berbagai sumber, seperti dana bergulir untuk KSP di Diskopindag yang tahun ini dianggarkan sebesar Rp 750 juta, jangka waktu pelunasannya dua tahun. Sementara dana bergulir bagi Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum dan Sanitasi atau Hippams yang tahun ini dianggarakan Rp 200 juta di SKPD yang sama jangka waktu pelunasannya ditetapkan selama satu tahun.
Sementara di Dinas Pertanian dan Kehutanan semua dana bergulirnya jangka waktu pengembaliannya satu tahun dengan bunga 6 persen pertahun. Untuk PMI Padi tahun ini anggaran dana bergulirnya Rp 4 miliar, PMI jagung sebesar Rp 400 juta, PMI tebu sejumlah 1,35 miliar dan P$K dianggarkan sebanyak 4,75 miliar. Lewat program ini, kelompok petani pelaksana diwajibkan menggunakan benih unggul berlabel serta kewajiban menggunakan pupuk organik selain penggunaan pupuk anorganik yang harus tepat dosis dan waktu.
Memasuki tahun keempat pelaksanaannya, tahun ini PMI ternak dianggarkan sebesar Rp 2,2 miliar. Dengan rincian untuk PMI sapi potong di anggarkan sebesar Rp 1,2 miliar, PMI sapi bibit sebesar Rp 700 juta dan PMI kambing/domba dianggarkan sebesar Rp 300 juta.
Rombongan yang dipimpin Ketua Komisi C DPRD Provinsi Maluku Yafet Damamain tersebut diterima Bupati Masfuk dan Wabup Tsalits Fahami di Ruang Sasana Nayaka setempat bersama sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait. Sementara dari legislatif Lamongan diwakili A Fatchur, Komisi B Bidang Perekonomian dan Keuangan. “Kami ke Lamongan untuk mengetahui bagaimana dana bergulir yang ditempatkan di bank daerah dikelola, “ ujar Yafet.
Pengelolaan dana bergulir di Kabupaten Lamongan seperti dijelaskan Masfuk dilakukan beberapa SKPD. Seperti Peningkatan Mutu Intensifikasi (PMI) komoditi padi, jagung dan tebi serta Program P4K (Pembinaan Peningkatan Pendapatan Petani-Nelayan Kecil) dikelola Dinas Pertanian Kehutanan.
“Selain itu ada juga dana bergulir untuk Koperasi Simpan Pinjam dan pemenuhan kebutuhan air minum dan sanitasi serta modal kerja PKL di Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan (Diskopindag). Kemudian PMI ternak yang dikelola Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) serta PMI sawah tambak yang dikelola Dinas Perikanan dan Kelautan, “ urai dia.
Disampaikan Masfuk, pengelolaan dana bergulir tersebut dilakukan bersama antara Bank Daerah Lamongan (BDL) dan SKPD pengelola. Untuk bunganya ditetapkan sama yakni 6 persen pertahun. Sedangkan jangka waktu pengembalian ada yang dalam jangka satu dan dua tahun.
Dirangkum dari berbagai sumber, seperti dana bergulir untuk KSP di Diskopindag yang tahun ini dianggarkan sebesar Rp 750 juta, jangka waktu pelunasannya dua tahun. Sementara dana bergulir bagi Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum dan Sanitasi atau Hippams yang tahun ini dianggarakan Rp 200 juta di SKPD yang sama jangka waktu pelunasannya ditetapkan selama satu tahun.
Sementara di Dinas Pertanian dan Kehutanan semua dana bergulirnya jangka waktu pengembaliannya satu tahun dengan bunga 6 persen pertahun. Untuk PMI Padi tahun ini anggaran dana bergulirnya Rp 4 miliar, PMI jagung sebesar Rp 400 juta, PMI tebu sejumlah 1,35 miliar dan P$K dianggarkan sebanyak 4,75 miliar. Lewat program ini, kelompok petani pelaksana diwajibkan menggunakan benih unggul berlabel serta kewajiban menggunakan pupuk organik selain penggunaan pupuk anorganik yang harus tepat dosis dan waktu.
Memasuki tahun keempat pelaksanaannya, tahun ini PMI ternak dianggarkan sebesar Rp 2,2 miliar. Dengan rincian untuk PMI sapi potong di anggarkan sebesar Rp 1,2 miliar, PMI sapi bibit sebesar Rp 700 juta dan PMI kambing/domba dianggarkan sebesar Rp 300 juta.
Langganan:
Postingan (Atom)