Masih seumur jagung di bawah kepemimpinan Bupati Fadeli, Lamongan tahun ini meraih peghargaan dari Gubernur Jatim sebagai juara umum lomba Partnership Road Safety Action Gubernur Award 2010. Penghargaan tersebut,
Selasa (28/9) diserahkan oleh Wagub Jatim Saifullah Yusuf di Mapolda Jatim.
Turut hadir dalam penyerahan juara tersebut, Kapolda Jatim Irjen Pol Badrodin Haiti serta Irjen Pol Djoko Susilo, Kepala Korps Lantas Polri. Juara umum tersebut diraih Lamongan karena meraih penghargaan di sejumlah kategori yang dilombakan. Yakni juara 2 Keberlanjutan Partnership Inovasi Penanganan Kecelakaan (laka). Kemudian pada kategori Keberlanjutan Partnership Penanganan Daerah Rawan Laka meraih juara pertama dan juara kedua untuk Partnership Aksi Operasi Ketupat Semeru 2010.
Lomba ini adalah terobosan dari Direktorat Lantas Polda Jatim untuk menekan angka laka lantas. Kegiatan ini melibatkan jajaran polisi, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan sejumlah instansi terkait tingkat kabupaten/kota se Jatim. Bukan hanya program inovatif masing-masing daerah yang dinilai, namun terkait aksi nyata untuk menurunkan jumlah laka lantas.
“Penghargaan yang diraih ini tidak lepas dari inovasi jajaran Polres Lamongan dalam menekan angka laka lantas. Selama ini laka lantas sering dikaitkan hanya dengan tugas polisi di jalan raya. Padahal ada banyak faktor yang memicu kecelakaan di jalan raya, “ ujar Plt Kabag Humas dan Infokom sesuai mendampingi di Mapolda Jatim.
Karena itu, lanjutnya, Pemkab Lamongan melalui sejumlah satuan kerja mengintensifkan identifikasi dan pengawasan daerah rawan laka atau black spot area. “Selain itu, masing-masing satker telah memiliki prosedur standar operasi dalam penanganan kasus di jalan raya sesuai bidangnya. Seperti rumah sakit, dinas kesehatan dan dinas perhubungan, “ papar dia.
Fadeli sendiri menyampaikan penghargaan tersebut juga tidak lepas dari kesigapan jajaran Polres Lamongan. Selain itu tingkat disiplin berlalulintas masyarakat Lamongan yang meningkat juga turut mengantarkan diraihnya penghargaan itu. “Karena itu penghargaan ini selayaknya menjadi penghargaan semua elemen masyarakat Lamongan, “ kata dia.
Rabu, 06 Oktober 2010
Fisik New Sembayat Barrage Bakal Lebih Kompleks
New Sembayat Barrage atau Bendung Gerak Sembayat Baru desainnya bakal lebih kompleks dari dua bendung gerak yang ada sebelumnya. Yakni bendung gerak di Bojonegoro serta bendung gerak di Kecamatan Babat/Lamongan. Hal itu karena fungsi New Sembayat Barrage juga akan lebih kompleks, bukan sekedar sebagai pengendali banjir.
“New Sembayat Barrage nantinya akan multifungsi, bukan hanya sebagai pengendali banjir. Namun juga sebagai penahan intrusi air laut serta sebagai sumber air. Termasuk untuk penyediaan air baku bagi industri dan rumahan. Karena itu baik kebutuhan lahan maupun desain fisiknya akan lebih kompleks dari Babat Barrage dan bendung gerak Bojonegoro yang berada di Kecamatan Trucuk dan Kalitidu, “ ungkap Kepala Dinas PU Pengairan Hari Sanjoto melalui Plt Kabag Humas dan Infokom Aris Wibawa, kemarin (25/9).
Realisasi pembangunan New Sembayat Barrage ini juga semakin menjadi kenyataan. Karena pada tahun anggaran 2011 telah disiapkan dana konstruksi sebesar Rp 150 miliar untuk pelaksanaan konstruksi tahap pertama. Sementara terkait pengadaan tanah seluas 13,174 hektar yang berada di Kecamatan Karangbinangun dan meliputi tiga desa, Pemkab Lamongan juga telah siap untuk memenuhinya. Menteri PU Djoko Kirmanto sendiri saat mengunjungi Lamongan aret 2010 lalu mengungkapkan pembangunan New Sembayat Barrage diperkirakan menelan anggaran Rp 800 miliar.
“Karena keberadaan bendung gerak ini merupakan kebutuhan yang harus segera diwujudkan, Pemkab Lamongan siap melaksanakan semua komitmen. Proses sosialisi pengadaan tanah sudah dilakukan oleh camat setempat. Demikian pula pengukuran dan pematokannya bersama Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo juga sedang dilaksanakan. Saat ini tinggal menunggu terbitnya Surat Persetujuan Penetapan Lokasi Pembangunan (SP2LP) New Sembayat Barrage oleh Gubernur Jatim untuk merampungkan semua proses pengadaan tanahnya, “ kata dia. “Di wilayah Gresik yang masuk Kecamatan Bungah, kebutuhan tanahnya seluas 82,693 hektar, “ tambahnya.
Pembangunan New Sembayat Barrage ini adalah bagian dari matriks kesepakatan antara pemerintahan dalam rangka penanganan banjir Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo. Dalam kesepakan tersebut, pemerintah pusat, dalam hal ini Departemen Pekerjaan Umum, bertanggung jawab dalam hal dana pembangunan dan kontribusi pembebasan tanah. Pemkab Lamongan dan Gresik bertanggung jawab pada koordinasi, kontribusi dan pembebasan tanah serta penyelesaian masalah sosial. Sementara Pemprov Jatim memiliki tangung jawab koordinasi dan kontribusi dana pembebasan tanah.
“New Sembayat Barrage nantinya akan multifungsi, bukan hanya sebagai pengendali banjir. Namun juga sebagai penahan intrusi air laut serta sebagai sumber air. Termasuk untuk penyediaan air baku bagi industri dan rumahan. Karena itu baik kebutuhan lahan maupun desain fisiknya akan lebih kompleks dari Babat Barrage dan bendung gerak Bojonegoro yang berada di Kecamatan Trucuk dan Kalitidu, “ ungkap Kepala Dinas PU Pengairan Hari Sanjoto melalui Plt Kabag Humas dan Infokom Aris Wibawa, kemarin (25/9).
Realisasi pembangunan New Sembayat Barrage ini juga semakin menjadi kenyataan. Karena pada tahun anggaran 2011 telah disiapkan dana konstruksi sebesar Rp 150 miliar untuk pelaksanaan konstruksi tahap pertama. Sementara terkait pengadaan tanah seluas 13,174 hektar yang berada di Kecamatan Karangbinangun dan meliputi tiga desa, Pemkab Lamongan juga telah siap untuk memenuhinya. Menteri PU Djoko Kirmanto sendiri saat mengunjungi Lamongan aret 2010 lalu mengungkapkan pembangunan New Sembayat Barrage diperkirakan menelan anggaran Rp 800 miliar.
“Karena keberadaan bendung gerak ini merupakan kebutuhan yang harus segera diwujudkan, Pemkab Lamongan siap melaksanakan semua komitmen. Proses sosialisi pengadaan tanah sudah dilakukan oleh camat setempat. Demikian pula pengukuran dan pematokannya bersama Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo juga sedang dilaksanakan. Saat ini tinggal menunggu terbitnya Surat Persetujuan Penetapan Lokasi Pembangunan (SP2LP) New Sembayat Barrage oleh Gubernur Jatim untuk merampungkan semua proses pengadaan tanahnya, “ kata dia. “Di wilayah Gresik yang masuk Kecamatan Bungah, kebutuhan tanahnya seluas 82,693 hektar, “ tambahnya.
Pembangunan New Sembayat Barrage ini adalah bagian dari matriks kesepakatan antara pemerintahan dalam rangka penanganan banjir Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo. Dalam kesepakan tersebut, pemerintah pusat, dalam hal ini Departemen Pekerjaan Umum, bertanggung jawab dalam hal dana pembangunan dan kontribusi pembebasan tanah. Pemkab Lamongan dan Gresik bertanggung jawab pada koordinasi, kontribusi dan pembebasan tanah serta penyelesaian masalah sosial. Sementara Pemprov Jatim memiliki tangung jawab koordinasi dan kontribusi dana pembebasan tanah.
Rp 20 Juta Untuk Insan Olahraga Terbaik
Tiga orang insan olahraga terbaik di Lamongan Jum’at pagi (24/9), menerima penghargaan dan uang pembinaan dari Bupati Lamongan. Penghargaan dan uang pembinaan tersebut disampaikan melalui Wakil Bupati Amar Saifudin seusai menjadi inspektur upacara Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke 27 di lapangan alun-alun Kota Lamongan.
Tiga insan tersebut masing masing Supardi sebagai Pembina olahraga terbaik, kemudian Robby Aufar Rizqi dan Ubaidi Mukhsithon sebagai olahragawan terbaik. Pembina olahraga terbaik menerima uang pembinaan Rp 10 juta, sementara olahragawan terbaik masing-masing menerima Rp 5 juta.
Robby Aufar Rizqi yang merupakan siswa SMAN 2 Lamongan yang meraih medali emas dari cabang olahraga (cabor) panahan saat Pekan Olahraga dan Seni Pesantren Nasional (Pospenas) ke 5 Juli lalu di Surabaya. Sedangkan Ubaidi Mukhsithon meraih medali emas di cabor pencak silat Kelas F, juga di ajang Pospenas ke-5. Ubaidi sendiri adalah siswa dari SMAN Sugio yang juga santri di Ponpes Walisongo.
Saat membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga RI Andi A Malarangeng, Wabup Haornas ke 27 tahun ini mengusung tema Kebangkitan Olahraga Nasional Raih Prestasi Dunia. pemilihan tema tersebut menurutnya dimaksudkan untuk memotivasi semua pihak agar berperan aktif meningkatkan prestasi olahraga nasional. ”Tema ini menegaskan pentingnya pengarusutamaan olahraga yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk bersatu padu melakukan pembibitan dan pembinaan olahraga untuk berjaya meraih kejayaan prestasi pada tingkat regional maupun internasional, ” ujarnya.
Dengan tema itu, lanjutnya, dia berharap agar semua pihak untuk mendukung suksesnya kontingen Indonesia pada ajang Asian Games 2010 di Guangzho Tiongkok, serta tercapainya tri sukses penyelenggaraan Sea Games 2011 di Indonesia. “Kepada seluruh rakyat Indonesia, mari kita dukung dan doakan atlet-atlet kita agar mereka dapat mengibarkan bendera merah putih dan mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya dalam setiap ajang internasional, “ pungkasnya.
Tiga insan tersebut masing masing Supardi sebagai Pembina olahraga terbaik, kemudian Robby Aufar Rizqi dan Ubaidi Mukhsithon sebagai olahragawan terbaik. Pembina olahraga terbaik menerima uang pembinaan Rp 10 juta, sementara olahragawan terbaik masing-masing menerima Rp 5 juta.
Robby Aufar Rizqi yang merupakan siswa SMAN 2 Lamongan yang meraih medali emas dari cabang olahraga (cabor) panahan saat Pekan Olahraga dan Seni Pesantren Nasional (Pospenas) ke 5 Juli lalu di Surabaya. Sedangkan Ubaidi Mukhsithon meraih medali emas di cabor pencak silat Kelas F, juga di ajang Pospenas ke-5. Ubaidi sendiri adalah siswa dari SMAN Sugio yang juga santri di Ponpes Walisongo.
Saat membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga RI Andi A Malarangeng, Wabup Haornas ke 27 tahun ini mengusung tema Kebangkitan Olahraga Nasional Raih Prestasi Dunia. pemilihan tema tersebut menurutnya dimaksudkan untuk memotivasi semua pihak agar berperan aktif meningkatkan prestasi olahraga nasional. ”Tema ini menegaskan pentingnya pengarusutamaan olahraga yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk bersatu padu melakukan pembibitan dan pembinaan olahraga untuk berjaya meraih kejayaan prestasi pada tingkat regional maupun internasional, ” ujarnya.
Dengan tema itu, lanjutnya, dia berharap agar semua pihak untuk mendukung suksesnya kontingen Indonesia pada ajang Asian Games 2010 di Guangzho Tiongkok, serta tercapainya tri sukses penyelenggaraan Sea Games 2011 di Indonesia. “Kepada seluruh rakyat Indonesia, mari kita dukung dan doakan atlet-atlet kita agar mereka dapat mengibarkan bendera merah putih dan mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya dalam setiap ajang internasional, “ pungkasnya.
4 Pendonor Bakal Dapat Satya Lencana
Empat orang donor darah sukarela (DDS) akan dianugerahi oleh Presiden RI Susuilo Bambang Yudhyono. Penghargaan tersebut diberikan pada DDS yang telah mendonmorkan darahnya sebanyak 100 kali atau lebih.
Kepastian tersebut disampaikan Ketua PMI cabang Kabupaten Lamongan Sudjiman di Pendopo Lokatantra setempat, Rabu (23/9) saat peringatan HUT Palang Merah Indonesia (PMI) ke 65. Kegiatan yang dibuka Bupati Fadeli itu ujuga dihadiri Ketua PMI Jatim Subagyo S W. Empat orang penerima penghargaan itu adalah Hery Suprijatno, Ahmad Saudin, Djoko Umbar dan Imam Hidayat.
Selain penghargaan Satya Lencana Kebaktyian Sosial, dua orang DDS Lamongan juga akan menerima penghargaan dari Gubernur Jatim Soekarwo karena telah mendonorkan darahnya sebanyak 75 kali. Mereka adalah Kaswaji dan M Sholeh. Sementara untuk pernghargaan bagi DDS yang mendonorkan darahnya 50 kali atau kurang, pagi itu menerima penghargaan dari Bupati Fadeli. “Penghargaan bagi pendonor ini adalah wujud apresiasi atas sumbangsih yang telah diberikan secara sukarela, “ ujar Sudjiman.
Dalam rangka memperingati HUT PMI itu, PMI cabang Kabupaten Lamongan membagikan sebanyak 500 paket sembako kepada warga kurang mampu di Kabupaten Lamongan dan sekitarnya. Dengan rincian, 300 paket di bagikan di Pendopo Lokatantra secara simbolis oleh Fadeli dan 200 paket lainnya dibagikan di Kecamatan Deket. Adapun warga Deket yang menerima bantuan sembako antara lain; Desa Deket Kulon, Deket Wetan, Rejosari, dan Sugih Waras.
Ketua PMI Provinsi Jawa Timur, H. Subagyo SW, mengatakan, untuk memperingati HUT PMI yang ke-65, PMI cabang Kabupaten Lamongan menggelar Bhakti Sosial (Baksos) dalam bentuk pemberian paket sembako sebanyak 500 bertempat di Pendopo dan Kecamatan Deket kepada warga Lamongan dan sekitarnya yang kurang mampu.
Di Kecamatan Deket, paket sembako secara simbolis di serahkan oleh Wakil Bupati Amar, Camat Deket Dianto Haribowo beserta Muspika setempat dan Ketua pengurus PMI Provinsi serta Cabang Lamongan. Bupati Fadeli sendiri saat di Pendopo Lokatantra berharap agar PMI mengintensifkan sosialisasi kegiatan donor darah di Lamongan.
“Masyarakat nampaknya belum terlalu faham dengan manfaat kesehatan dari kegiatan donor darah. Selama ini, dari sekitar 600 kantor kebutuhan darah di Lamongan baru sekitar setengahnya yang bias dipenuhi dari kegiatan pengadaan sendiri. Karena itu sosialisasi perlu lebih diintensifkan,“ ujarnya.
Kepastian tersebut disampaikan Ketua PMI cabang Kabupaten Lamongan Sudjiman di Pendopo Lokatantra setempat, Rabu (23/9) saat peringatan HUT Palang Merah Indonesia (PMI) ke 65. Kegiatan yang dibuka Bupati Fadeli itu ujuga dihadiri Ketua PMI Jatim Subagyo S W. Empat orang penerima penghargaan itu adalah Hery Suprijatno, Ahmad Saudin, Djoko Umbar dan Imam Hidayat.
Selain penghargaan Satya Lencana Kebaktyian Sosial, dua orang DDS Lamongan juga akan menerima penghargaan dari Gubernur Jatim Soekarwo karena telah mendonorkan darahnya sebanyak 75 kali. Mereka adalah Kaswaji dan M Sholeh. Sementara untuk pernghargaan bagi DDS yang mendonorkan darahnya 50 kali atau kurang, pagi itu menerima penghargaan dari Bupati Fadeli. “Penghargaan bagi pendonor ini adalah wujud apresiasi atas sumbangsih yang telah diberikan secara sukarela, “ ujar Sudjiman.
Dalam rangka memperingati HUT PMI itu, PMI cabang Kabupaten Lamongan membagikan sebanyak 500 paket sembako kepada warga kurang mampu di Kabupaten Lamongan dan sekitarnya. Dengan rincian, 300 paket di bagikan di Pendopo Lokatantra secara simbolis oleh Fadeli dan 200 paket lainnya dibagikan di Kecamatan Deket. Adapun warga Deket yang menerima bantuan sembako antara lain; Desa Deket Kulon, Deket Wetan, Rejosari, dan Sugih Waras.
Ketua PMI Provinsi Jawa Timur, H. Subagyo SW, mengatakan, untuk memperingati HUT PMI yang ke-65, PMI cabang Kabupaten Lamongan menggelar Bhakti Sosial (Baksos) dalam bentuk pemberian paket sembako sebanyak 500 bertempat di Pendopo dan Kecamatan Deket kepada warga Lamongan dan sekitarnya yang kurang mampu.
Di Kecamatan Deket, paket sembako secara simbolis di serahkan oleh Wakil Bupati Amar, Camat Deket Dianto Haribowo beserta Muspika setempat dan Ketua pengurus PMI Provinsi serta Cabang Lamongan. Bupati Fadeli sendiri saat di Pendopo Lokatantra berharap agar PMI mengintensifkan sosialisasi kegiatan donor darah di Lamongan.
“Masyarakat nampaknya belum terlalu faham dengan manfaat kesehatan dari kegiatan donor darah. Selama ini, dari sekitar 600 kantor kebutuhan darah di Lamongan baru sekitar setengahnya yang bias dipenuhi dari kegiatan pengadaan sendiri. Karena itu sosialisasi perlu lebih diintensifkan,“ ujarnya.
27 Kecamatan Resmi Daftar Porkab
Sebanyak 27 kecamatan di Lamongan akhirnya resmi mendaftar dalam Pekan Olahraga Kabupatan (Porkab). Meski demikian, untuk Kecamatan Solokuro keabsahannya masih akan menunggu dalam dua tiga hari kedepan karena kekurangan kelengkapan berkas.
“Seluruh kecamatan di Lamongan sudah resmi mendaftar dalam Porkab. Khusus untuk Kecamatan Solokuro, dalam skrining kelengkapan berkas hari ini (kemarin, 23/9) ada sejumlah berkas yang belum dilengkapi. Namun panitia masih memberi kesempatan hingga dua tiga hari kedepan agar mereka melengkapi berkasnya, “ ujar Humas Koni Anton Sujarwo.
Sementara itu untuk kepastian jumlah atlet yang akan berlaga dalam Porkab 12-16 Oktober mendatang, jumlahnya masih terus diverifikasi. Karena seperti diocontohkan Anton, untuk cabang olahraga (cabor) bola voli, tim dari Kecamatan Sukodadi masih mempertimbangkan keikutsertaannya. Hal itu dengan pertimbangan kualitas atlit yang dimiliki.
Sedangkan untuk cabor bola basket hanya ada tiga kecamatan yang mendaftar. Yakni Lamongan, Karanggeneng dan Paciran. Sehingga tidak dipetandingkan dalam Porkab mendatang. Untuk cabor sepak takraw, meski juga tidak terlalu banyak yang mengirimkan timnya, namun masih cukup memadai untuk dipertandingkan. Ada lima kecamatn yang mengirimkan timnya, yakni Kecamatan Lamongan, Paciran, Bluluk, Turi dan Deket.
Meski kemarin adalah skrrining hari terakhir, masih ada sejumlah dokumen yang belum dilengkapi peserta. Paling banyak adalah kelengkapan administrasi terkait surat keterangan bahwa atlit yang didaftarkan berstatus pelajar. Selain itu juga cukup banyak yang belum melengkapi dengan foto copy KTP dan KSK.
Porkab nantinya mempertandingkan delapan cabor. Yakni tiga cabor wajib dan lima cabor pilihan. Tiga cabor wajib itu adalah bola voli, atletik dan pencak silat. Sementara cabor pilihannya adalah bulu tangkis, tenis meja, catur, sepak takraw dan bola basket.
“Seluruh kecamatan di Lamongan sudah resmi mendaftar dalam Porkab. Khusus untuk Kecamatan Solokuro, dalam skrining kelengkapan berkas hari ini (kemarin, 23/9) ada sejumlah berkas yang belum dilengkapi. Namun panitia masih memberi kesempatan hingga dua tiga hari kedepan agar mereka melengkapi berkasnya, “ ujar Humas Koni Anton Sujarwo.
Sementara itu untuk kepastian jumlah atlet yang akan berlaga dalam Porkab 12-16 Oktober mendatang, jumlahnya masih terus diverifikasi. Karena seperti diocontohkan Anton, untuk cabang olahraga (cabor) bola voli, tim dari Kecamatan Sukodadi masih mempertimbangkan keikutsertaannya. Hal itu dengan pertimbangan kualitas atlit yang dimiliki.
Sedangkan untuk cabor bola basket hanya ada tiga kecamatan yang mendaftar. Yakni Lamongan, Karanggeneng dan Paciran. Sehingga tidak dipetandingkan dalam Porkab mendatang. Untuk cabor sepak takraw, meski juga tidak terlalu banyak yang mengirimkan timnya, namun masih cukup memadai untuk dipertandingkan. Ada lima kecamatn yang mengirimkan timnya, yakni Kecamatan Lamongan, Paciran, Bluluk, Turi dan Deket.
Meski kemarin adalah skrrining hari terakhir, masih ada sejumlah dokumen yang belum dilengkapi peserta. Paling banyak adalah kelengkapan administrasi terkait surat keterangan bahwa atlit yang didaftarkan berstatus pelajar. Selain itu juga cukup banyak yang belum melengkapi dengan foto copy KTP dan KSK.
Porkab nantinya mempertandingkan delapan cabor. Yakni tiga cabor wajib dan lima cabor pilihan. Tiga cabor wajib itu adalah bola voli, atletik dan pencak silat. Sementara cabor pilihannya adalah bulu tangkis, tenis meja, catur, sepak takraw dan bola basket.
Langganan:
Postingan (Atom)