Senin, 03 Agustus 2009

Tahun Depan Samsat Buka Hingga Malam Hari

Sekkab Lamongan Fadeli saat buka undian hadiah parkir berlangganan kemarin (31/7) ungkapkan tahun depan pelayanan di Kantor Bersama Samsat akan buka hingga malam hari. Itu disampaikannya beradasar keterangan dari Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendapatan Propinsi Jatim di Lamongan Didi Achmadi. Diungkapkan Fadeli, saat ini pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor di Jatim sudah on line. “Seperti disampaikan Kepala UPT Pelayanan Dinas Pendapatan Propinsi Jatim di Lamongan tadi, pelayanan ini akan coba ditingkatkan lagi dengan rencana membuka pelayanan hingga malam hari pada 2010 mendatang, “ ujar dia. Kepada sejumlah masyarakat pemilik kendaraan bermotor yang hadir pada undian di halaman Kantor Bersama Samsat Lamongan, Fadeli sampaikan pelaksanaan program parkir berlangganan di Lamongan kerjasama dengan Polres Lamongan dan Pemprop Jatim selama ini telah berjalan dengan baik. “Pendapatan dari pelayanan parkir berlangganan ini setelah masuk APBD sebagai komponen Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan dikembalikan lagi untuk kepentingan pelayanan umum di Lamongan. Diantaranya digunakan untuk membangun infrastruktur seperti jalan poros desa. Sehingga pembangunan di Lamongan saat ini tidak terlepas dari sumbangan bapak ibu sekalian sebagai wajib pajak, “ ujar Fadeli. Dilanjutkan Fadeli, untuk meningkatkan pelayanan bagi peserta parkir berlangganan, akan dilakukan sejumlah penataan. Seperti tempat parkir yang belum ada rambu-rabu akan dilengkapi. Demikian pula dengan petugas parkir yang nakal akan ditertibkan. Pelaksanaan Perda Kabupaten Lamongan No. 6 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Retribusi Parkir sudah dimulai sejak 2005 lalu. Sebelum adanya program ini, PAD yang masuk dari sector parkir hanya berkisar ratusan juta. Namun setelah adanya perda tersebut, PAD yang masuk nilainya hingga miliaran rupiah. Sehingga sangat efektif mendongkrak PAD Lamongan.

Seribu Ibu-ibu Bersepeda Santai

Tidak kurang dari seribu ibu-ibu anggota organisasi wanita di Lamongan ikuti sepeda santai keliling Lamongan. Kegiatan yang digelar Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Lamongan tersebut dibuka Wakil Bupati Lamongan Tsalits Fahami dan mengambil start di depan Pendopo Lokatantra setempat, Jum’at (31/7). Sekitar seribu ibu-ibu tersebut adalah anggota Perwosi tingkat kecamatan dan kabupaten. Sejumlah organisasi wanita se Kabupaten Lamongan seperti Dharma Wanita Persatuan dan PKK juga turut dalam kegiatan itu. Panitia sendiri menyediakan hadiah utama berupa dua buah sepeda serta belasan door prize. Seperti disampaikan Wakil Ketua Perwosi Lamongan Cicik Rosyida Tsalits Fahami dalam laporannya, sepeda santai itu adalah puncak kegiatan dari sejumlah lomba yang digelar Perwosi sambut HUT RI ke-64. Sebelumnya, terang dia, Perwosi telah menggelar lomba hola hop, senam lansia dan tenis meja pada 17 Juli lalu. Kemudian dilanjutkan lomba berbagai permainan tradisional seperti gobak sodor, bekelan dan dakonan pada 24 Juli. Sementara Tsalits Fahami sebelum berangkatkan peserta sepeda santai sambut baik berbagai kegiatan yang digelar Perwosi. Itu, kata dia, menunjukkan bahwa organisasi di Lamongan seperti Perwosi mampu selenggarakan kegiatan yang bermanfaat. Menurutnya, Lamongan saat ini bisa maju dan bersih karena ibu-ibu di Lamongan maju dan bersih. “Suatu daerah bisa menjadi baik mankala kaum perempuannya baik. Demikian pula dengan Kabupaten Lamongan. Majunya Lamongan karena majunya perempuan di Lamongan. Kegiatan semacam ini perlu dikembangkan lagi di masa-masa mendatang untuk kemajuan Kabupaten Lamongan. Jika kaum ibu bias bersih pikiran, bersih lisan, hati, tangan dan bersih farjinya (kemaluan), maka generasi Lamongan kedepan akan lebih baik dan maju, “ tutur dia.

Dua Minggu Awal Fokuskan Fisik Dan Stamina

Persela Lamongan resmi memulai latihan musim kompetisis ISL II 2009/2010 ini besok (Sabtu, 1 Agustus. Kadwal latihan pun telah disusun oleh Pelatih kepala Widodo C Putra. Untuk dua minggu awal latihan akan difokuskan untuk pembentukan stamina dan fisik. Persela Lamongan resmi memulai latihan musim kompetisis ISL II 2009/2010 ini besok (Sabtu, 1 Agustus. Kadwal latihan pun telah disusun oleh Pelatih kepala Widodo C Putra. Untuk dua minggu awal latihan akan difokuskan untuk pembentukan stamina dan fisik. Porsi latihan yang diterapkan mengacu hasil tes fisik yang telah dilakukan. menurut Widodo. Dirinya sengaja menyajikan menu latihan drill fisik karena sebentar lagi memasuki bulan puasa. Di bulan tersebut program latihan akan berkurang. Selain itu modal ketahanan fisik itu untuk persiapan mengikuti kejuaraan Piala jawa Timur yang dalam waktu dekat katanya akan dimulai," kata Widodo kemarin. Untuk itu diharapkan tidak ada pemain lokal yang tidak hadir dalam latihan besok. Sementara dua pemain asing Fabiano Rossa Beltrame asal Brazil juga strikr Varney Pas Boakay asal Liberia besok belum datang karena belum mendapat tiket penerbangan. "Termasuk dua pemain lokal yang saat ini sedang dibidik dan kabarnya sudah mendekati deal. tapi begitu datang mereka juga harus segera beradaptasi untuk menjalani latihan. Karena, sebenarnya program latihan kita ini sudah agak terlambat," ujar Widodo. Dalam latihan tes fisik pemain. setiap punggawa tim berjuluk Laskar Joko Tingkir ini dicatat detak jantungnya ketika usai menjalani kegiatan baik lari maupun game ringan dengan hitungan waktu. Selain itu, semua pemain kemarin juga melakukan tes kesehatan. Jimmy Suparno dkk menjalani tes darah untuk diketahui tingkat kesehatannya. Bahkan, khusus empat pemain yang baru teken kontrak, yakni Aun Charbini, fadli Hariri, Helza Rahmat dan I Wayan Gangga Mudana, harus menjalani foto rontgen "kita tidak ingin memiliki pemain yang setelah menjalani tes kesehatan hingga pemotretan diketahui bermasalah. Karena selain merugikan tim, juga merugikan pemain itu sendiri," tambah sang pelatih.

Balikpapan Belajar Perda Walet

Kota Balikpapan dan Kabupaten Lamongan memiliki sejumlah kesamaan. Diantarannya sama-sama memiliki sejumlah peternakan burung wallet. Namun Kota Balikpapan belum memiliki Peraturan Daerah (Perda) mengenai sarang burung ini. Ini adalah sejumlah materi yang ditanyakan anggota DPRD Kota Balikpapan saat melakukan lawatan ke Lamongan kemarin (30/7). Seperti disampaikan Iskandar, Ketua Paguyuban warga Lamongan di Balikpapan yang juga anggota DPRD Kota Balikpapan. Menurut pria kelahiran Kecamatan Sukodadi tersebut, Kota Balikpapan sampai saat ini belum memiliki Perda Sarang Burung Walet. Padahal ada cukup banyak usaha ini di Balikpapan. “Saya juga tawarkan kepada Bupati Masfuk untuk berkunjung ke Balikpapan. Karena disana cukup banyak warga Lamongan yang merantau, “ katanya saat diterima Asisten Tata Praja Agus Sugiharto di Ruang Sabha Dyaksa Pemkab Lamongan. Agus Sigiharto kepada Iskandar sampaikan Lamongan sudah cukup lama memiliki Perda yang mengatur mengenai ternak Sarang Burung Walet. Dalam Perda tersebut, Kata Agus, diatur retribusi yang ditarik sebesar 15 persen dari penghasilan sarang burung. Dari pimpinan rombongan DPRD Kota Balikpapan Gunawarman diketahui bahwa Kota Balikpapan juga sudah menerapkan parker berlangganan. Namun kebijakan tersebut belum berjalan baik seperti di Lamongan yang sudah bisa setor pendapatan asli daerah (PAD) hinggga Rp 4 miliar. “Parkir Balikpapan dari target Rp 2 miliar, hanya sanggup setor Rp 800 juta, “ ungkap dia. Ditambahkannya, meski kawasan pantai Balikpapan hanya sekitar 2o persen dan selebihnya perbukitan, sebagain besar pengembangan yakni 75 persen dilakukan di wilayah pantai. Menanggapi itu, Agus Sugiharto sampaikan memang harus ada kerjasama dengan sejumlah pihak agar program parker berlangganan dapat berjalan. Yakni kerjasama dengan Pemprop Jatim dan Polda Jatim. “Tanpa kerjasama ini, mustahil parker berlangganan bias berjalan sukses. Untuk roda dua ditarik parker berlangganan Rp 20 ribu setiap tahun dan roda empat sebesar Rp 40 ribu pertahun. Kemudian jika ada petugas parker yang nakal dan masih menarik parki, pasti diberi sangsi tegas, “ kata Agus. Sebelumnya Agus dalam sambutannya kepada sejumlah 30 orang rombongan kungker sampaikan saat ini APBd Lamongan sudah tembus Rp 1 triliun dengan PAD mencapai Rp 111 miliar. Menurut Agus, pembangunan Lamongan kedepan akan dibagi dalam tiga kawasan. Yakni kawasan utara untuk industri, dan wisata , kawasan tengah untuk ekonomi dan perdagangan, serta kawasan selatan sebagai agropolitan.

PAPBD 2009 Disetujui

Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (PAPBD) 2009 Lamongan resmi disetujui semua fraksi-fraksi DPRD setempat, Rabu (29/7) dalam Rapat Paripurna pembahasan PAPBD 2009 di gedung dewan setempat. Selanjutnya, PAPBD tersebut akan diterbitkan melalui surat keputusan DPRD kemudian diajukan ke Gubernur Jawa Timur. Pendapat Akhir (PA) Panitia Anggaran atau Panggar yang disampaikan melalui Sekretaris Panggar Sutardjo Syafi'ie menyebutkan pendapatan daerah Lamongan dalam PAPBD ditargetkan menjadi sebesar Rp 968.718.005.262. Sebelumnya dalam APBD 2009, pendapatan daerah ditetapkan sebesar Rp 856.326.113.982. Kemudian belanja daerah sebelum perubahan sebesar Rp 902.049.976.531 naik menjadi Rp 1.022.553.510.909 pada PAPBD. Dengan tingkat realisasi pendapatan daerah dan belanja daerah tersebut, lanjut Sutardjo, maka terdapat defisit anggaran sebesar Rp 53.835.505.647. selanjutnya dengan jumlah pembiayaan netto setelah perubahan sebesar Rp 53.835.505.647, yang nominalnya sama dengan defisit, sehingga sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan (SILPA) menjadi Nol. Meski secara bulat disetujui, fraksi-fraksi dewan tetap memberikan sejumlah masukan dan saran. FPAN lewat juru bicaranya Muhammad Saikun menghimbau eksekutif agar di sektor ekonomi melakukan langkah-langkah perlindungan terhadap pelaku bisnis lokal. Juga dihimbau meningkatkan daya saing dan keberlanjutan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) melalui peningkatan kompetensi managerial, teknologi informasi serta peningkatan kreatifitas produksi. Sementara FPGolkar lewat juru bicaranya Moechsin berharap dengan volumenya yang mneingkat menjadi lebih dari Rp 1 triliun, agar dimasa mendatang lebih ditingkatkan lagi. Terutama dari sektor pendapatan asli daerah (PAD). Selanjutnya dia berharap pembanguan yang berwawasan lingkungan yang sehat agar lebih mendapat perhatian. Terkait bidang pendidikan, Nipbianto, juru bicarqa FPDIP sampaikan masih banyaknya keluhan masyarakat perihal tingginya biaya pungutan sekolah yang seringkali dalam bentuk biaya ekstrakulikuler, uang gedung dan pembelian perlengkapan pengajaran yang harganya jauh dari harga pasar. “Saudara Bupati diharapkan lakukan penindakan pada aparat penyelenggara pendidikan yang lakukan pembebanan pembiayaan secara terselubung. Demikian pula Dewan Pendidikan agar berperan dalam menyikapi berbagai persoalan pendidikan, “ ujar dia. Sedangkan FPKB melalui juru bicaranya Supriyadi mengkritisi pelaksanaan program parkir berlangganan. “Mengingat banyaknya keluhan masyarakat terhadap parkir berlangganan, barangkali sudah sattanya Perda tentang parkir berlangganan tersebut ditinjau kembali, “ ungkap dia. Supriyadi juga mempertanyakan pencanangan tahun kualitas pembangunan infrastruktur pada tahun 2007 yang sampai saat ini belum menunjukkan hasil nyata. Hal tersebut diungkapkannya nampak dari tingkat kerusakan jalan maupun gedung yang dibangun. Bupati Lamongan Masfuk sendiri dalam pidato sambutannya sampaikan masukan dari fraksi dan panggar akan dijadikan sebagai bahan untuk pembangunan Lamongan kedepan. Menurutnya selama ini telah terjalin sinergitas dalam hubungan yang saling mendukung antara eksekutif dan legislatif. “Tanatangan pembangunan kedepan akan semakin berat. Semoga akan tetap terjalin hubungan harmonis dengan legislatif di masa-masa mendatang, “ kta dia. Masfuk juga sampaikan akan melakukan upaya percepatan pembangunan Kuro/New Sembayat Barrage agar manfaatnya segera dinikmati masyarakat. Baik sebagai sumber air baku, irigasi maupun sebagai pengendalian banjir.