Senin, 05 Juli 2010

Penghitungan Ulang Pemilukada 5-9 Juli

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Lamongan akhirnya menetapkan jadwal pelaksanaan penghitungan ulang pemilukada 2010 yang dilaksanakan 23 Mei lalu. Jadwalnya ditetapkan mulai 5 hingga 9 Juli mendatang. Meski demikian, KPUK masih menunggu petunjuk teknis hitung ulang dari KPU pusat.

Terkait petunjuk teknis tersebut, anggota KPUK setempat Tasir sedang berada di akarta untuk bertemu dengan KPU pusat. Disampaikan Tasir, diperkirakan petunjuk teknis dari KPU pusat tidak akan sampai mengubah jadwal yang telah disusun KPUK Lamongan.

“Meski kami yakin tidak akan terjadi perubahan jadwal, kami masih merasauntuk meminta petunjuk tersebut. Karena sampai saat ini tidak ada satupun regulasi yang mengatur menkanisme teknis penghitungan ulang Pemilukada, “ ujarnya.

Dijelaskan Tasir, berdasar jadwal yang telah disusun, penghitungan ulang akan dilaksanakan terpusat di GOR Lamongan. Di lokasi yang bersebelahan dengan kantor KPUK itu, akan dibuat replika 153 unit tempat pemungutan suara atau TPS. “Jumlah replik ini disesuaikan dengan jumlah TPS terbanyak dalam satu kecamatan, yakni di Kecamatan Babat, “ katanya menerangkan.

Lebih lanjut diuraikannya, terdapat 2.557 TPS di seluruh Lamongan pada Pemlukada 2010. Dengan jumlah personil yang dilibatkan terdiri dari 6.711 KPPS, 1.422 PPS dan 27 personil PPK. KPUK juga sudah memperkirakan dalam sehari sanggup menyelesaikan penghitungan ulang empat PPK. Sehingga penghitungan ulang akan rampung pada 9 Juli untuk hasil rekapitulasi di tingkat PPK.

“Dua hari kemudian setelah merampungkan rekapitulasi di tingkat PPK, akan dilaksanakan rekapitulasi di tingkat KPUK. Kemudian pada 10 hingga 16 Juli hasil rekapitulasi akhir akan dikirimkan ke Mahkamah Kontitusi (MK) untuk kemudian diumumkan oleh MK, “ urai Tasir panjang lebar.

Sebelumnya, terkait hasil Pemilukada Lamongan, MK memutuskan KPUK Lamongan harus melaksanakan penghitungan ulang. Keputusan tersebut adalah hasil dari dikabulkannya sebagian gugatan dari pasangan calon Suhandoyo-Kartika Hidayati (Sehati) yang berada di posisi kedua di bawah pasangan Fadeli dan Amar Saifudin (Faham).

Produk Unggulan Di Pameran Pendidikan

Produk unggulan di perlihatkan dan di kemas sedemikian rupa di tiap stan (unit pelayanan teknis) UPT Dinas Pendidikan dan lembaga pendidikan se-Kabupaten Lamongan dalam Pameran Pendidikan 2010 di Lamongan Plaza, Rabu (23/6). Pameran yang biasanya digelar di alun-alun setempat tersebut kemarin dibuka Bupati Lamongan Masfuk. Bersamanya turut Wabup Tsalits Fahami Plt Sekkab Supardi dan sejumlah pejabat muspida setempat. Sejumlah 27 UPT Dinas Pendidikan yang menempati stan di lantai 3 Lamongan Plaza menampilkan produk unggulan dari masing-masing kecamatan. Seperti Kecamatan MAduran yang menampilkan kain tenun ikat parengan dan Kecamatan Lamongan Kota yang diantaranya menampilkan lukisan karya siswa dan alat peraga pendidikan berupa dakon ajar. Dakon ajar ini bagian dari alat pengajaran mata pelajaran matematika.

Sementara stan dari lembaga pendidikan yang menempati halaman parkir belakang Lamongan Plaza menampilkan karya siswa masing-masing lembaga. Seperti stan peserta dari SMKN 1 Sarirejo yang menampilkan karya sepeda motor bertenagakan LPG. LPG yang di gunakan adalah ukuran 3 kg terpasang di bagian belakang tempat duduk yang di pasang di atas sebuah plat besi sebagai penguat agar tidak jatuh. “Dengan LPG ukuran 3 Kg motor ini dapat menempuh sejauh 400 km dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam. Dengan bahan bakar ini polusi udara di Lamongan akan berkurang karena bebas asap”, kata Aris salah satu guru di SMKN 1 Sarirejo.

Lain lagi dengan stan dari SMA BPPT AL Fatah yang menampilkan sejumlah karya ilmiah siswanya yang berhasil meraih penghargaan. Diantaranya aplikasi light emitting diode (LED) yang digunakan untuk budidaya chorella sebagai pakan ikan. LED yang digunakan berwarna merah dan biru untuk membatu proses fotosintesis. Karya ini meraih juara kedua tingkat nasional Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) yang diadakan Poltek Pertanian Jember.

“Sebanyak 38 stan dari sejumlah lembaga pendidikan dan 27 stan dari UPT Dinas ikut berpartisipasi dalam Pameran Pendidikan kali ini. Mereka menampilkan hasil terbaik, baik berupa hasil kerajinan tangan, hasil pangan, atau hasil karya untuk kemajuan pendidikan. Pameran yang digelar hingga 25 Juni mendatang ini juga masih dalam rangka HJL Lamongan yang ke 441”, kata Mustofa selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan di sela-selanya menemani Masfuk berkeliling melihat di tiap-tiap stand.

Drive Thru Samsat Diresmikan

Bupati Lamongan Senin (21/6) meresmikan layanan Drive Thru di Samsat bersama setempat. Dengan layanan tersebut pemilik kendaraan bisa menyelesaikan pembayaran pajak kendaraan bermotornya tanpa turun kendaraan hanya dalam waktu 3 menit.

Turut serta dalam peresmian tersebut Direktur Lalu Lintas Polda Jatim Kombespol Sam Budigusdian, Riang Sudarmanto dari dinas Pendapatan Jatim, Wakil Bupati Tsalist Fahami bersam sejumlah perjabat muspida setempat dan Kepala UPT Dinas Pendapatan Jatim di Lamongan Didi Ahmadi serta Kapolres setempat AKBP Gagas Nugraha.

Bupati bersama Sam Budigusdian sempat meninjau fasilitas di Drive Tru Samsat yang terdiri dari dua loket tersebut. Yakni loket pertama untuk pendaftaran dan loket kedua untuk pembayaraan dan penyerahan kembali dokumen. Pembayar pajak kendaraan bermotor jika ingin menggunakan layanan Drive Thru Samsat itu harus membawa, KTP, STNK dan BPKB asli serta membawa kendaraan yang akan dibayarkan pajaknya.

“Ternyata bisa cepat ya. Tidak sampai lima menit STNK sudah jadi. Semoga pelayanan ini akan semakin membantu masyarakat pembayar pajak, “ ujar Masfuk. Samsat Lamongan sendiri sejak dua tahun lalu telah memiliki satu uni mobil pelayanan Samsat Keliling. Kendaraan secara rutin setiap lima hari dalam sebulan berkeliling pelosok Lamongan memberikan pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor.

Sekdes PNS Didiklat

Sebanyak 73 orang sekretaris desa atau Sekdes di Kabupaten Lamongan mulai 21 Juni hingga 3 Juli mendatang mengikuti Diklat Pemantapan Tugas Sekdes Sebagai PNS di Sanggar Pramuka setempat. Diklat tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalitas Sekdes dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai PNS.

Seperti disampaikan Kabid Informasi dan Pengadaan Pegawai pada Badan Kepegawaian Daerah Lamongan Turdji, 73 orang Sekdes yang mengikuti diklat tersebut terdiri dari dua angkatan. Yakni angkatan pertama 37 Sekdes, angkatan kedua 36 Sekdes. Kedua angkatan melaksanakan diklat bersama di lokasi yang sama.

Untuk dapat beradaptasi dan melaksanakan tugas dan kewajiban selaku PNS, maka Sekdes yang baru saja diangkat menjadi PNS diikutkan dalam diklat ini. Dengan harapan akan dapat meningkatkan mutu pelayanan pada masyarakat sekaligus untuk merubah mindset mereka agar lebih disiplin. Penyaji dalam diklat nanti diantaranya berasal dari widya iswara Badan Diklat Pemprov Jatim, BKD Lamongan, Inspektorat, Bagian Pemerintahan, Bagian Pemerintahan Desa, Baguan Hukum, Kodim 0812 dan pengurus KORPRI Lamongan, urai Turdji dalam kegiatan yang dibuka Asisten administrasi Sekdakab Nurroso di Pendopo Lokatantra tersebut.

Nurroso sendiri mengungkapkan diklat bagi Sekdes PNS itu dengan tujuan untuk menggodok sikap, mental dan perilakunya agar lebih berdisiplin. Sekdes pNS harus segera beradaptasi dengan disiplin PNS. Baik itu disiplin jam dinas, tertib dalam berpakaian, tertib administrasi serta tertib aturan dan perijinan. Terutama terkait aturan dan perijian perkawinan dan usaha sampingan seperti halnya yang mengikat PNS lainnya, tegas Nurroso.

Ditambahkan Nurroso, ditengah perkembangan masyarakat yang semakin paham dan hak dan kewajibannya, Sekdes PNS harus bisa memahami perkembangan tersebut. Dia berharap Sekdes mengutamakan kecepatan dan ketepatan serta keramahan saat membarikan pelayanan pada masyarakat. Sekdes juga harus bisa menyediakan informasi diperlukan Kades untuk merumuskan kebijakan, kata dia.

Di kesempatan itu Nurroso juga mengingatkan aturan displin yang melarang PNS untuk aktif sebagai anggota dan pengurus partai politik. Sebagai unsur Negara, Sekdes PNS harus bisa memberikan layanan pada masyarakat secara professional dan tidak diskriminatif, pungkasnya.

Pawai Budaya Lamongan Tampilkan Kesenian 14 Kabupaten Pesisir

Gelar seni budaya Kabupaten Lamongan dalam rangka hari jadinya ke-441 ditutup dengan Pawai Budaya, Minggu (20/6). Pawai tersebut berlangsung meriah, karena selain diikuti peserta lokal, juga diramaikan sejumlah kesenian dan budaya dari 14 kabupaten/kota di wilayah pesisir Jawa Timur. Kegiatan yang start dan finish depan Kantor Pos Lamongan tersebut dibuka Bupati Masfuk.
Pawai kali ini adalah penutup dari empat kegiatan kesenian sebelumnya. Yakni Festival Kesenian Pesisir Utara (FKPU), Pameran Seni Budaya dan Pameran Museum Jawa Timuryang kesemuanya dilaksanakan di Lamongan Plaza sejak 18 Juni lalu serta sarasehan Budaya Se Jatim di Pendopo Lokatantra.
Pawai itu diawali dengan penampilan dari Jurusan Sendratari Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya yang menyajikan Eksotika Nusantara dengan beragam tarian antara lain tari kolosal yang berjudul Adeking (berdirinya) Dahanapena. Tarian kolosal tersebut menceritakan tentang pelarian Prabu Erlangga dari kerajaan Waranmas ke daerah Pamotan karena dikejar-kejar oleh Raja Worawiri. Sesampainya di Pamotan, Prabu Erlangga bertemu dengan tokoh-tokoh agama.
Karena dinilai memiliki kharisma yang tinggi akhirnya beliau diangkat menjadi Raja dengan berdirinya Kerajaan Dahanapena. Tari kolosal yang diperankan oleh sedikitnya 35 orang mahasiswa UNESA tersebut diangkat berdasarkan prasati yang tersebar di Desa Pamotan maupun Pataan.
Polres setempat juga turut bagian dalam pawai. Semua jajaran Kapolsek dan Kasat serta Kapolres AKBP Gagas Nugraha turut langsung dalam pawai dan berpenampilan layaknya warok.
Sementara Kabupaten Probolinggo menampilkan kesenian khas masyarakat pesisir yakni Rebekan Oreng Tingkir Soreng. Sebuah kesenian selamatan yang lazim ditemui di komunitas masyarakat pesisir jawa. Kemudian pawai dari Kabupaten Situbondio menbawakan kesenian Tari Lajeng dan Kabupaten Tuban membawakan kesenian Sandur.
Tidak ketinggalan Kabupaten Sampang juga turut meramaikan dengan kesenian Gumbak. Yakni tradisi baceman atau membersihkan dan mensucikan 24 pusaka senjata tradisional. Tim ini tampil lengkap dengan membawa 24 senjata pusaka, termasuk sebilah senjata sejenis pedang yang panjangnya melebihi tinggi manusia dewasa.
Budaya pesisir yang juga lekat dengan agama Islam diwakili oleh kesenian Tari Zafin Mandilingan. Tarian ini dibawakan sejumlah siswi Akademi Kebidanan Delima Kabupaten Gresik. Dengan iringan musik gambus, penarinya berpakaian muslim dengan kerudung tertutup. Lain lagi dengan penampilan dari Kota Probolinggo yang menyuguhkan Tari Ting Genting. Tarian perang yang gerakannya terlihat lucu karena mengadopsi gerakan anak kecil yang menirukan peperangan.
Meski diramaikan kesenian dari 14 kabupaten/kota pesisir Jawa Timur, suguhan dari kesenian setempat juga tidak kalah semarak. Seperti suguhan dari SMAN 2 Lmaongan yang menampilkan tradisi masyarakat pantura Lamongan, Petik Laut. Atau suguhan dari MAN Lamongan yang menampilkan tradisi kupatan, sebuah tradisi yang berawal dari kisah pendirian masjid oleh Sunan Drajat di Paciran. SMPN 2 Lamongam juag tidak ketinggalan menampilkan kisah Jaka Mada (Gajah Mada) dan Mbok Rondo Andong (diyakani masyarakat setempat sebagai ibu ibunda Gajah Mada) yang makamnya berada di Kecamatan Ngimbang. Lamongan sendiri saat ini sedang intens mengkampanyekan bahwa Maha Patih Majapahit Gajah Mada lahir di Lamongan. Sejumlah kelompok kesenian lokal dari 14 wilayah perwakilan juga meramaikan pawai tersebut.
Masfuk sendiri menyebut gelar seni dalam rangka Hari Jadi Lamongan tersebut adalah sumbangsih Lamongan untuk Jawa Timur dan Indonesia. “Keanekaragaman seni dan budaya adalah asset yang harus dikembangkan sebagai sarana promosi daerah. Hari ini kita melihat suguhan keanekaragaman budaya dan kesenian dari 14 kabupaten/kota pesisir di Jawa Timur. Semoga pawai ini dapat menjadi pelestari kekayaan kesenian dan udaya masyarakat pantura di Jawa Timur, termasuk Lamongan, “ ujar bupati yang akan segera mengkahiri dua periode kepemimpinannya di Lamongan Agus mendatang tersebut. Pawai itu juga dihadiri Wakil Bupati Tsalits Fahami bersama semua jajaran muspida setempat.