Senin, 03 Agustus 2009

Persela Pegang Janji Poci

Manajemen Persela lamongan masih yakin bisa merekrut Rahmat 'Poci' Rivai meski dari Pihak sriwijaya FC telah mengklaim mendapatkan striker mungil asal Ternate tersebut. Sebab mantan ujung tombak Persitara Jakarta Utara itu berjanji akan datang ke Lamongan untuk membicarakan kontrak dengan tim asal kota soto.
Manajemen Persela lamongan masih yakin bisa merekrut Rahmat 'Poci' Rivai meski dari Pihak sriwijaya FC telah mengklaim mendapatkan striker mungil asal Ternate tersebut. Sebab mantan ujung tombak Persitara Jakarta Utara itu berjanji akan datang ke Lamongan untuk membicarakan kontrak dengan tim asal kota soto.
"Melalui SMS (layanan pesan singkat), Poci menyatakan akan ke Lamongan antara tanggal 1 sampai 3 Agustus mendatang terkait pembicaraan kontrak. Dan sampai hari ini (kemarin) janjinya itu belum pernah dibatalkan, sehingga kami merasa masih punya peluang merekrut dia," ungkap Bendahara Persela Yurohnur Efendi.
Atas dasar janjinya tersebut, Yurohnur mengaku pihaknya tidak terpengaruh dengan berita yang menyebutkan Poci telah resmi bergabung dengan Sriwijaya FC. "Sekarang kami tinggal menunggu sikap Poci sebagai pemain profesional, katanya.
sementara itu kemarin sore (28/7) di stadion Surajaya Lamongan mulai terlihat kesibukan pemain menjalani latihan. Untuk latihan perdana kemarin varu 12 pemain yang datang. Yakni, Khoirul Huda, Khomad Suharto, Amzar Reza, Taufik Kasrun, dicky Firasat, Jimmi Suparno, Helza, Samsul arif, Andro, Arif Alfiansah, Zaenal dan Danu Rosade. "Hari pertma latihan ini hanya pemanasan ringan dan penempatan akomodasi termasuk kamar pemain," kata Yurohnur.
Dia mengungkapkan karena masih bersifat pemanasan, beberapa pemain yang masih berhalangan hadir bisa ditoleransi. Hingga kini dua pemain asing Persela yakni, Fabiano Rosa Beltrame dan Varney Pas Boakay masih berada di negara masing-masing, mereka terkendala tiket penerbangan ke Indonesia yang sulit diperoleh. "Varney baru saja menelpon saya menyampaikan permohonan maaf karena masih berusaha keras mencari tiket pesawat. Sedangakan Fabiano telah menghubungi saya melalui email. Ditargetkan awal Agustus nanti pemain sudah lengkap.

Menag Resmikan 33 Mts Satu Atap

Menteri Agama (Menag) RI Muhammad Maftuh Basyuni kemarin (28/7) bersama Kepala Perwakilan AusAid, lembaga donor pemerintah Australia, Blair Exell resmikan penggunaan gedung Madrasah Tsanawiyah Satu Atap (MTs-SA) Yayasan Pondok Pesantren (PP) Kebon Dalem Desa Tanggungan Kecamatan Pucuk. Peresmian itu adalah bagian dari persemian 33 gedung sejenis bantuan AusAid di lima propinsi.

Turut mendampingi Blair Exell adalah Rodney Tiller, General Manager MCPM AIBEP atau Managing Contractor Project Management - Australia Indonesia Basic Education Program (MCPMAIBEP). Sementara dari Departemen Agama terlihat hadir Dirjen Pendiidkan Islam Mohammad Ali, Direktur Pendidikan Madrasah Firdaus dan Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Jawa Timur, Imam Haromain. Sementara dari Lamongan ada Bupati Masfuk, Wakil Bupati Tsalits Fahami, Kakandepag setempat Kusaiyin Wardani serta sejumlah muspida setempat.

Blair dalam sambutannya sampaikan program kemitraan antara pemerintah Indonesia dan Australia ini bukan hanya bisnis semata. Tapi kemitraan sebagai teman dalam region yang sama. Blair mengatakan sebagai tetangga dekat harus saling membantu. Baik dalam suasana suka maupun duka. “Terlepas dari masa-masa sulit yang kita lalui, “ katanya seperti disampaikan seorang penterjemah.

Blair sendiri menyebutkan hubungan Indonesia-Australia layaknya sebagai satu keluarga yang miliki hubungan darah. Dikatakannya, kejadian dua minggu lalu (bom kuningan, red) sebenarnya Indonesia dan Australia sama-sama alami masa yang sulit karena hubungan keluarga itu. Blair kemudian berharap agar gedung yang dibangun tersebut akan mampu sediakan lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan bagi siswa. Ini (gedung), lanjut Blair, hanya sebuah kesempatan yang diberikan, selanjutnya terserah siswa itu sendiri bagaimana akan mengembangkannya.

Sementara Menag sendiri sepakat dengan apa yang dikatakan Blair. Menurutnya, tugas besar selanjutnya adalah bagaimana pemanfaatan sarana prasarana tersebut untuk penuntasan wajib belajar. Dia berharap agar Mts-SA bisa dijadikan persemaian ilmu amaliah islamiah dan amal ilmiah. “Saya sependapat pertemanan dan kemitraan harus dilakukan dalam masa susah dan gembira, kalau hanya saat senag namanya imitasi, “ ujar dia.

Masfuk dalam sambutannya Pemkab Lamongan telah berikan perhatian pada dunia pendidikan di Lamongan. Terutama melalui program beasiswa untuk mahasiswa miskin dari semua kalangan yang saat ini jumlahnya sudah mencapai hampir seribu mahasiswa. Dia menyebutkan Lamongan miliki 258 PP, 529 Madrasah Ibtidaiyah, 169 Mts, 73 MA, 1.914 TPQ, 764 Madrasah Diniyah dan 184 Raudhotul Atfal.

Terkait pembatasan usia jama'ah haji oleh pemerintah Arab Saudi yang 12-65 tahun, menurut Menag itu tidak akan mengganggu program haji Indonesia. Disampaikannya seusai peresmian, Depag sendiri juga punya batasan sendiri yakni antara 17 tahun hingga tak terbatas asal sehat. “Syarat sehat inilah yang akan kita ketati, “ katanya. Dia juga sampaikan tidak akan terjadi masalah dengan ijin dari pemerintah Arab Saudi terkait umur tersebut. “Kalau yang menolak nanti itu di kedutaan dengan tidak diberi visa. Kalau diberi visa, usia 11 tahunpun bisa (berhaji). Tapi saya tidak mensarankan, karena kalau belum baliq dia nanti tetap wajib berhaji lagi. Oleh karena itu kuotanya diberikan pada yang sudah baliq, “ujar dia.

Sebelumnya Direktur Pendidikan Madrasah pada Dpartemen Agama RI Firdaus dalam laporannya sampaikan peresmian gedung MTS-SA di Lamongan itu adalah bagian dari program pembangunan 500 madrasah sejenis di 9 propinsi yang dilakukan sejak 2006. yakni Propinsi Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Selatan. Periode 2006-2007 telah dibangun 46 gedung MTS-SA. Sejak Juli 2008 lalu dibangun lagi 33 gedung dengan total anggaran Rp 28,133,201,000. Sedang bangunan di MTS-SA Kebon Dalem ini dibangun dengan dana Rp 1,173,641,000.

Polda Jatim Bina PPNS Lamongan

Kepolisian Daerah (Polda) Jatim melalui Koordinator Pengawas (korwas) Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Ditreskrim kemarin (28/7) lakukan pembinaan kepada sejumlah PPNS 40 orang Kabupaten Lamongan. Tim yang dipimpin Komisaris Polisi Ekaswati tersebut selama dua hari di Ruang Sasana Nayaka kantor Pemkab setempat akan berikan pembinaan dan penyegaran seputar teknis penyidikan bagi PPNS.

Masfuk sendiri saat buka kegiatan itu memandang penting kegiatan yang dilakukan Polda Jatim ditengah kebutuhan akan tuntutan semakin profesionalnya aparat pemerintah. Termasuk didalamnya para PPNS. Dengan tingkatkan profesionalisme, Masfuk berharap dalam pelaksanaan tugas tidak lakukan pelanggaran aturan.

“Apa jadinya jika kita menindak pelanggar aturan tapi kita sendiri melanggar aturan. Apalagi sekarang sedang getol-getolnya perjuangan bagi setiap pelanggaran Hak Asasi Manuasia atau HAM. Jadi saya minta semua agar cermati materi yang diberikan. Kalau temukan pelanggaran harus tetap berkoordinasi dengan pihak kepolisian selaku pengawas PPNS. Ini agar tidak terjadi kesalahan saat proses penyidikan. Hal ini penting untuk meberi perlindungan kepada semua masyarakat, “ tutur dia.

Kompol Ekaswati dalam paparannya mengenai kewenagan PPNS memaparkan sejumlah wewenang dan kewajiban PPNS. Diantara wewenang PPNS adalah menerima laporan pelanggaran, melakukan penyidikan serta menghentyikan penyidikan. Sementara salah satu kewajiban PPNS adalah untuk tetap memeberitahukan dimulainya suatu penyidikan kepada kepolisian.

Sejumlah 40 PPNS di Lamongan mengikuti kegiatan pembinaan tersebut. Peserta terbanyak dari Dinas Perhubungan Lamongan sebanyak 13 personil. Sementara dari SatPolPP ada tujuh orang yang mengikuti. Selain dua instansi itu, Kabupaten Lamongan juga mmemiliki sejumlah PPNS di Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan. Begitu pula Kantor Cabang Telkom setempat juga mengirimkan seorang PPNS mereka mengikuti pembinaan.

70 Persen Skuad lama Terealisasi

Tanda tangan kontrak yang dibubuhkan oleh Zaenal Arifin akhirnya menggenapi70 persen skuad lama Persela Lamongan yang masih dipertahanakan untuk keikutsertaan tim berjuluk Laskar joko Tingkir ini di ajang Indonesia Super League (ISL) II, musim 2009/2010. pemain yang diplot sebagai gelandang serang tersebut merupakan. Pemain terakhir yang teken kontrak.
Tanda tangan kontrak yang dibubuhkan oleh Zaenal Arifin akhirnya menggenapi70 persen skuad lama Persela Lamongan yang masih dipertahanakan untuk keikutsertaan tim berjuluk Laskar joko Tingkir ini di ajang Indonesia Super League (ISL) II, musim 2009/2010. pemain yang diplot sebagai gelandang serang tersebut merupakan. Pemain terakhir yang teken kontrak.
Sebelum ini kepastian masa depan Zainal masih teka-teki, apakah ia masih berseragam Persela atau memilih bermain di tim lain. Sebab, zaenal termasuk salah satu pemain yang cukup dapat diandalkan. "Hanya Fauzal yang lepas. Dari 70 Persen pemain lama yang kita target untuk ddipertahankan, semuanya terselesaikan," kata Ketua Harian Persela Fadeli.
Fauzal menurut kabar yang beredar beberapa waktu lalu diberitakan bergabung dengan salah satu tim superliga yang berhome base di dekat tanah kelahirannya. yakni di Sumatera. Tapi belakangan dia dikabarkan ingin balik ke Persela, karena sampai kini dia belum nuga memutuskan untuk bergabung di tim tertentu.
Sementara itu Persela Lamongan rencananya nanti sore akan memulai tes fisik. Sejumlah pemain telah tiba di mess Persela jalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo. Program tes fisik dipilih sore hari dengan alasan agar sejumlah
pemain yang diharapkan sudah lengkap. "Kalau belum lengkap mungkin hanya perkenalan dulu. Sehari berikutnya, sudah dipastikan akan menjalani tes fisik," imbuh Fadeli.

Janjikan Bonus Peraih Emas MTQ

Bupati Lamongan Masfuk janjikan akan berikan bonus khusus untuk setiap kafilah Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) Lamongan yang meraih medali emas pada MTQ Jatim ke-23 di Jember. Itu disampaikannya saat melepas keberangkatan kafilah MTQ Lamongan di Pendopo Lokatantra setempat, Senin (27/7).

“Setiap kafilah MTQ Lamongan yang berhasil meraih medali emas nanti akan saya berikan bonus khusus. Jadi semuanya harus percaya diri saat nanti berlomba. Bonus khusus ini jika anda terima nanti, anda pasti terkejut saat tahu bonus yang kalian terima, “ katanya berteka-teki.

Masfuk juga berpesan pada kafilah MTQ Lamongan agar jaga kondisi saat nanti berada di sana. Terutama menjaga asupan makanannnya. Menurut Masfuk, sola makanan mungkin sepele, tapi sangat penting kaitannya dengan performa suara. “Jangan sampai saat lomba suaranya tidak maksimal gara-gara mengkonsumsi jajanan yang kurang sehat, “ ujar dia.

Dilanjutkan Masfuk, dia berharap cabang tilawatil Qur'an ini segera menyusul prestasi bidang lain di Lamongan. Seperti bidang olahraga, pendidika, ekonomi dan budaya yang sudah lebih dulu berkembang. “Dari berbagai persiapan yang sudah dilaporkan Ketua Umum LPTQ tadi, saya rasa kalian sudah siap tanding dan membawa prestasi untuk Lamongan, “ kata dia.

Pemberangkatan kafilah MTQ Lamongan itu ditandai dengan penyematan jaket kafilah secra simbolis oleh Bupati Lamongan kepada tiga orang perwakilan kafilah. Yakni Supandi, Zainab dan Abdullah.

Sementara Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) dalam keterangannya sampaikan dalam MTQ tingkat Jatim yang akan berlangsung mulai 28 Juli hingga 3 Agustrus mendatang di Jember tersebut, Lamongan memberangkatkan 40 orang kafilah. Dikatakan Fadeli, semua anggota kafilah telah siap untuk raih prestasi terbaik.

“Berbagai persiapan sudah dilakukan sejak akhir tahun 2008 lalu. Mulai dari seleksi ketat hingga berbagai pembinaan bekerjasama dengan LPTQ Jatim dan Institut Ilmu Al Qur'an (IIQ) Jakarta. Bahkan untuk cabang tilawah kami kirim khusus untuk belajar pada Maria Ulfah, qori juara MTQ internasional dan pengajar di IIQ. Selain itu kini LPTQ sudah memeiliki 27 cabnag di tiap kecamatan di Kabupaten Lamongan sehingga pembinaan dan pengajaran Al Qur'an bisa dilaksanaka n lebih intensif, “ terang dia.

Kafilah MTQ Lamongan sendiri akan mengikuti enam cabang. Yakni Tilawah, Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ), Musabaqoh Syarhil Qur’an (MSQ), Tafsir Qur’an, Musabaqoh Fahmil Qur’an (MFQ) dan Musabaqoh Khottil Qur’an (MKQ). Mulai dari tingkat remaja putera puteri, anak-anak hingga tuna netra putera. Begitu pula untuk pawai ta'aruf yang digelar sebelum pembukaan MTQ, Lamongan juga turut serta.