pengumuman hasil verifikasi klik disini
Sabtu, 25 Desember 2010
Kamis, 23 Desember 2010
Pengumuman CPNS Kab. Lamongan 2010
Senin, 29 November 2010
Bupati Berangkatkan Jalan Sehat Korpri
Bupati Lamongan Fadeli memberangkatkan jalan sehat HUT Korpri Ke-39, Hari Kesehatan Nasional Ke-46, Hari Ulang Tahun PGRI Ke-65 dan Hari Guru Nasional, Minggu (28/11).
Jalan sehat yang mengambil rute jaln-jalan protokol kota Lamongan tersebut berangkat dan berakhir di depan Pendopo Lokatantra Lamongan.“Jalan sehat yang dilaksanakan hari ini menunjukkan kebersamaan kita dalam membangun Lamongan” ujar Fadeli yang juga Ketua Dewan Pengurus Kabupaten Korpri Lamongan. Semangat para peserta jalan sehat yang meyakinkan kita bahwa Lamongan kini merupakan daerah yang telah maju dan berkembang, lanjut Fadeli.
Selain jalan sehat HUT Korpri tahun ini juga menyelenggarakan funbike pada tanggal 12 Desember mendatang. Selain itu juga Turnamen Tenis Korpri Cup VIII serta lomba futsal. Dan hari ini dilaksanakan ziarah rombongan ke Taman Makam Pahlawan Kesuma Negara Lamongan dan upacara bendera.
Hadiah Utama jalan sehat kemarin berupa Honda Revo diraih oleh siswa SMPN 2 Lamongan yang bernama Oky Nugrah Adriyansah yang beralamatkan dusun Semelo desa Sumberaji Kecamatan Sukodadi.
“Ini merupakan kebanggaan tersendiri mendapat hadiah sebuah sepeda motor pada jalan sehat Korpri tahun ini” ujar oky yang masih duduk di kelas 2 SMP ini.
Jalan sehat yang mengambil rute jaln-jalan protokol kota Lamongan tersebut berangkat dan berakhir di depan Pendopo Lokatantra Lamongan.“Jalan sehat yang dilaksanakan hari ini menunjukkan kebersamaan kita dalam membangun Lamongan” ujar Fadeli yang juga Ketua Dewan Pengurus Kabupaten Korpri Lamongan. Semangat para peserta jalan sehat yang meyakinkan kita bahwa Lamongan kini merupakan daerah yang telah maju dan berkembang, lanjut Fadeli.
Selain jalan sehat HUT Korpri tahun ini juga menyelenggarakan funbike pada tanggal 12 Desember mendatang. Selain itu juga Turnamen Tenis Korpri Cup VIII serta lomba futsal. Dan hari ini dilaksanakan ziarah rombongan ke Taman Makam Pahlawan Kesuma Negara Lamongan dan upacara bendera.
Hadiah Utama jalan sehat kemarin berupa Honda Revo diraih oleh siswa SMPN 2 Lamongan yang bernama Oky Nugrah Adriyansah yang beralamatkan dusun Semelo desa Sumberaji Kecamatan Sukodadi.
“Ini merupakan kebanggaan tersendiri mendapat hadiah sebuah sepeda motor pada jalan sehat Korpri tahun ini” ujar oky yang masih duduk di kelas 2 SMP ini.
Low Trust Melanda Indonesia
Sekarang ini ada dua hal paling berat yang sedang melanda bangsa Indonesia. Yakni aspek kepercayaan dan kemanusiaan. Ada low trust melanda yang ditandai dengan dominasi pendangan-pandangan serba negatif. Hal tersbeut disampaikan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Malik Fadjar dalam orasi ilmiahnya yang disampaikan saat wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Lamongan, Minggu (28/11).
Dalam orasi ilmiahnya yang mengangkat topik Muhammadiyah, Pendidikan dan Kesehatan itu, Malik Fadjar mengatakan low trust tersebut akan mengakibatkan bangsa ini susah diajak untuk produktif. “Diperlukan (dalam terminology Islam) sifat Husnudzon atau berpikir positif. Sehingga bisa melahirkan produktifitas dan kreatifitas, “ ujar mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang tersebut.
Lebih lanjut dikatakan olehnya, Muhammdiyah dalam gerakan dakwahnya sejak awal berdiri telah memilih pendidikan dan kesehatan sebagai ujung tombak dakwahnya. “Jauh sebelum Indonesia merdeka dan meproklamirkan untuk mencerdeskan kehidupan bangsa, serta jauh sebelum pendidikan dan kesehatan menjadi dua diantara delapan kesepakatan dalam Milenium Development Goal’s (MDGs), KH Ahmad Dahlan telah menetapkan kedua hal itu sebagai sebagai pilar untuk membangun peradaban umat, “ papar dia.
“Pada dasawarsa tahun 70-an, Malaysia meminjam guru dari Indonesia. Kini terbalik, warga Indonesia banyak yang belajar ke Malaysia yang sekarang lebih maju. Hal ini terjadi karena Malaysia memilih pendidikan sebagai pilar pembangunan. Demikian pula Jepang pasca hancur seusai perang dunia kedua, kini bisa bangkit menjadi bangsa maju karena memilih pertama kali menyelamatkan guru dan anak-anak setelah di bom nuklir oleh sekutu, “ katanya mencontohkan.
“Demikian pula KH Ahmad Dahlan, “ sambung dia. “Saat masa awal mendidrikan Muhammadiyah, beliau langsung mendirikan sekolah di suraunya untuk mengembalikan harkat dan martabat manusia, “ ujarnya. Hal itu menurut dia tidak terlepas dari pandangan KH Ahmad Dahlan tentang Islam yang mendefinisikannya sebagai tauhid dan amal sholeh. Yakni Islam adalah tauhid yang memancarkan pengabdian dan melahirkan perbuatan yang mengarah pada kebajikan dan amal sholeh.
Terkait keberadaan Stikes Muhammadiyah, lembaga pendidikan tidak cukup hanya bangunan megah dan fasilitas yang dimiliki. Lembaga pendidikan harus memapu menyentuh aspek mendasar manusi, yakni keimanan dan kemanusiaan. “Kehadiran Stikes ini telah member makna pada kemanusiaan, “ kata dia.
Dia berharap agar lulusan Stikes Muhammadiyah harus kompetitif. Dan itu, kata dia, hanya bisa dilakukan jika memiliki basis ilmu pengetahuan, memiliki kompetensi dan harus punya networking, atau silaturrahim dalam bahasa santri. “Yang mampu memenangkan silturrahim baik vertikal maupun horizontal akan membawa kedamaian dunia dan akherat, “ pungkasnya.
Sebelumnya, Bupati Fadeli dalam sambutannya mengatakan bahwa profesi bidan perawat akan berperan penting dalam menurunkan angka kematian bayi (AKB) serta angka kematian ibu. Disebutkannya, di Lamongan AKB mencapai 36,62 per 1000 kelahiran. “Angka tersebut meski sudah dibawah angka nasional yang mencapai 40 per 1000 kelahiran, kedepan masih perlu didorong lag sehingga mencapai saran MDGs sebesar 11 per 1000 kelahiran pada 2015, “ papar dia.
Hari itu Stikes Muhammadiyah Lamongan mewisuda 350 mahasiswanya. Terdiri dari 196 lulusan D3 Kebidanan dan sisanya S1 Keperawatan. Hadir pula dalam prosesi wisuda itu Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim Muhadjir Efendi dan Kepala Dinas Kesehatan Jatim Adi Wismoko. Lulusan terbaik S1 Keprawatan diraih Khoirotul Aini dengan IPK 3,49. Sementara terbaik D3 Kebidanan diraih Eni Makrifati dengan IPK 3,66.
Dalam orasi ilmiahnya yang mengangkat topik Muhammadiyah, Pendidikan dan Kesehatan itu, Malik Fadjar mengatakan low trust tersebut akan mengakibatkan bangsa ini susah diajak untuk produktif. “Diperlukan (dalam terminology Islam) sifat Husnudzon atau berpikir positif. Sehingga bisa melahirkan produktifitas dan kreatifitas, “ ujar mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang tersebut.
Lebih lanjut dikatakan olehnya, Muhammdiyah dalam gerakan dakwahnya sejak awal berdiri telah memilih pendidikan dan kesehatan sebagai ujung tombak dakwahnya. “Jauh sebelum Indonesia merdeka dan meproklamirkan untuk mencerdeskan kehidupan bangsa, serta jauh sebelum pendidikan dan kesehatan menjadi dua diantara delapan kesepakatan dalam Milenium Development Goal’s (MDGs), KH Ahmad Dahlan telah menetapkan kedua hal itu sebagai sebagai pilar untuk membangun peradaban umat, “ papar dia.
“Pada dasawarsa tahun 70-an, Malaysia meminjam guru dari Indonesia. Kini terbalik, warga Indonesia banyak yang belajar ke Malaysia yang sekarang lebih maju. Hal ini terjadi karena Malaysia memilih pendidikan sebagai pilar pembangunan. Demikian pula Jepang pasca hancur seusai perang dunia kedua, kini bisa bangkit menjadi bangsa maju karena memilih pertama kali menyelamatkan guru dan anak-anak setelah di bom nuklir oleh sekutu, “ katanya mencontohkan.
“Demikian pula KH Ahmad Dahlan, “ sambung dia. “Saat masa awal mendidrikan Muhammadiyah, beliau langsung mendirikan sekolah di suraunya untuk mengembalikan harkat dan martabat manusia, “ ujarnya. Hal itu menurut dia tidak terlepas dari pandangan KH Ahmad Dahlan tentang Islam yang mendefinisikannya sebagai tauhid dan amal sholeh. Yakni Islam adalah tauhid yang memancarkan pengabdian dan melahirkan perbuatan yang mengarah pada kebajikan dan amal sholeh.
Terkait keberadaan Stikes Muhammadiyah, lembaga pendidikan tidak cukup hanya bangunan megah dan fasilitas yang dimiliki. Lembaga pendidikan harus memapu menyentuh aspek mendasar manusi, yakni keimanan dan kemanusiaan. “Kehadiran Stikes ini telah member makna pada kemanusiaan, “ kata dia.
Dia berharap agar lulusan Stikes Muhammadiyah harus kompetitif. Dan itu, kata dia, hanya bisa dilakukan jika memiliki basis ilmu pengetahuan, memiliki kompetensi dan harus punya networking, atau silaturrahim dalam bahasa santri. “Yang mampu memenangkan silturrahim baik vertikal maupun horizontal akan membawa kedamaian dunia dan akherat, “ pungkasnya.
Sebelumnya, Bupati Fadeli dalam sambutannya mengatakan bahwa profesi bidan perawat akan berperan penting dalam menurunkan angka kematian bayi (AKB) serta angka kematian ibu. Disebutkannya, di Lamongan AKB mencapai 36,62 per 1000 kelahiran. “Angka tersebut meski sudah dibawah angka nasional yang mencapai 40 per 1000 kelahiran, kedepan masih perlu didorong lag sehingga mencapai saran MDGs sebesar 11 per 1000 kelahiran pada 2015, “ papar dia.
Hari itu Stikes Muhammadiyah Lamongan mewisuda 350 mahasiswanya. Terdiri dari 196 lulusan D3 Kebidanan dan sisanya S1 Keperawatan. Hadir pula dalam prosesi wisuda itu Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim Muhadjir Efendi dan Kepala Dinas Kesehatan Jatim Adi Wismoko. Lulusan terbaik S1 Keprawatan diraih Khoirotul Aini dengan IPK 3,49. Sementara terbaik D3 Kebidanan diraih Eni Makrifati dengan IPK 3,66.
Korban Terop Terbang Terima Santunan
Nasiatul Aisyiah (15) siswa MTs Turi Banjaran Kecamatan Maduran menrima santunan dari Ketua Umum KONI Lamongan Agus Suyanto. Nasiatul Aisyiah adalah atlet lari yang Rabu lalu (24/11) terluka karena tertimpa terop panitia Pekan Olahraga Kabupatden (Porkab) II yang roboh di Stadion Surajaya setempat.
Agus Suyanto secara langsung menyerahkan santunan tersebut di kediaman orang tua Nasiatul Aisyiah di Maduran. Agus saat di Maduran juga memberikan penjelasan bahwa Nasiatul tidak mengalami gegar otak, karena itu dia sudah bisa istirahat di rumah setelah mendapat perawatan di rumah sakit. Perawtan inipun mendapat fasilitas dari Ketua Umum KONI.
“Ini (santunan) sekedar bantuan kecil untuk atlet KONI yang sedang tertimpa musibah. Kejadian robohnya terop di Surajaya Hari Rabu lalu tentunya diluar kemampuan dan perkiraan panitia. Namun kedepan kejadian ini akan menjadi pelajaran bagi kami semua untuk lebih berhati-hati, “ ujar Agus saat di Maduran.
Nasiatul Aisyiah sendiri saat itu akan berlomba di nomor lari 800 meter putri. Kejadian tersebut terjadi karena ada angin yang bertiup kencang dan menerbangkan terop panitia hinggu ke tribun penonton yang sedang berteduh.
Agus Suyanto secara langsung menyerahkan santunan tersebut di kediaman orang tua Nasiatul Aisyiah di Maduran. Agus saat di Maduran juga memberikan penjelasan bahwa Nasiatul tidak mengalami gegar otak, karena itu dia sudah bisa istirahat di rumah setelah mendapat perawatan di rumah sakit. Perawtan inipun mendapat fasilitas dari Ketua Umum KONI.
“Ini (santunan) sekedar bantuan kecil untuk atlet KONI yang sedang tertimpa musibah. Kejadian robohnya terop di Surajaya Hari Rabu lalu tentunya diluar kemampuan dan perkiraan panitia. Namun kedepan kejadian ini akan menjadi pelajaran bagi kami semua untuk lebih berhati-hati, “ ujar Agus saat di Maduran.
Nasiatul Aisyiah sendiri saat itu akan berlomba di nomor lari 800 meter putri. Kejadian tersebut terjadi karena ada angin yang bertiup kencang dan menerbangkan terop panitia hinggu ke tribun penonton yang sedang berteduh.
Langganan:
Postingan (Atom)












