Rabu, 06 Oktober 2010

Perawat Harus Berdaya Saing

Bupati Lamonan Fadeli berharap agar lulusan perawat di Lamongan mempunyai daya saing. Jangan hanya mengtandalkan ijazah belaka. Hal tersebut disampaikannya saat wisuda Diploma 3 (D3) angkatan ke-10 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Lamongan di Pendopo Lokatantra setempat.

Menurut dia, perawat adalah sebuah profesi yang menuntut dedikasi tinggi dan profesionalitas. Tanpa dedikasi tinggi dan profesionalitas, mustahil mahasiswa lulusan akademi keperawatan mampu bersaing dalam dunia kerja. “Sangat penting bagi sebuah profesi, termasuk profesi kesehatan seperti perawat untuk mampu berdayasaing. Karena diluar sana (dunia kerja) akan ada begitu banyak tantangan yang harus dilalui, “ ujar dia.

Ada sebanyak 59 Mahasiswa STIKES Muhammadiyah Lamonganyang kemarin mengikuti pengambilan sumpah dan pelantikan di Pendopo Lokatantra. Prosesi pelantikan menjadi perawat tersebut di pimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kebupaten Mochammad Sochib.

Dikatakan oleh Rektor Akademi Keperawatan STIKES Muhammadiyah Lamongan, Supanik, sebanyak 59 Mahasiswa Diploma 3 (D3) angkatan ke-10 yang telah di wisuda sebelumnya itu adalah angkatan tahun 2007. Mereka telah menempuh pendidikan keperawatan selama 3 tahun atau 6 semester dan berhak menyandang gelar Ahli Madya Keperawatan (Amd.Kep) di belakang namanya.

STIKES Muhammadiyah Lamongan yang berada di daerah Plosowahyu merupakan sebuah pergurun tinggi kesehatan yang ada di kota Lamongan dan telah mempunyai 2 program pendidikan yaitu jenjang S1 Keperawatan dan D3 Kebidanan.

Disampaikan olehnya STIKES Lamongan saat ini memiliki sejumlah fasilitas untuk pengembangan profesi mahasiswanya. Diantaranya laboratorium keperawatan dasar, laboratorium medikal bedah, laboratorium gawat darurat, laboratorium keperawatan anak dan laboratorium meternitas. Selain itu juga telah memiliki fasilitas laboratorium komunitas, dan laboratorium keperawatan jiwa. Ke depan STIKES Muhammadiyah Lamongan akan mengembangkan lagi beberapa laboratorium, di antaranya, mikrobiologi dan parasitologi, laboratorium fisika, biologi, kimia dan bio kimia.

Pada acara tersebut hadir Bupati beserta Wakil Bupati Amar Saifudin, jajaran Muspida, serta para Pimpinan SKPD Kabupaten Lamongan dan Direktur RSUD dr Soegiri Fida Nuraida. Juga hadir Direktur Akper dan Akbid se-wilayah Bojonegoro, Rektor STIKES Lamongan, Dosen pembimbing, dan wali para lulusan akper.

Pengurus Baru PGRI Diterima Bupati

Lima orang pengurus harian baru dan 12 orang sekretaris bidang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Lamongan, Senin pagi (27/8) diterima beraudiensi dengan Bupati Fadeli di ruang kerjanya. Kedatangan kepengurusan periode 2010-2015 tersebut dipimpin ketua PGRI Lamongan Djaman Poco Diputro.

Kepada Bupati Lamongan, Djaman memaparkan sejumlah program kegiatan kepengurusan PGRI yang baru. Terutama untuk membangun hubungan yang harmonis bersama Pemkab Lamongan. “PGRI siap menjadi jembatan hubungan yang harmonis antara Pemkab (Lamongan) dengan guru, “ tambahnya.

“Sesuai dengan visi PGRI untuk mewujudkan guru yang profesional dan bermartabat, kami akan memrogramkan sejumlah kegiatan. Diantaranya berupa seminar, workshop dan sejumlah pelatihan, “ urai Djaman.

Fadeli sendiri berharap, kedepan, hubungan PGRI dengan pemerintah akan berjalan harmonis. “Jangan sampai ada program yang saling bersinggungan, “ kata Fadeli. “Dunia pendidikan Lamongan sudah berjalan dengan baik dengan diraihnya sejumlah prestasi. Karena itu jika ada perkembangan teknologi yang baru, guru harus bisa menguasai. Jangan sampai kepontal oleh muridnya, “ tutur Fadeli.

Kepengurusan baru PGRI Lamongan periode 2010-2015 ini diketuai Djaman Poco Diputro. Sementara Wakil Ketua I adalah Mochtar dan Wakil Ketua Rahardjo. Kemudian posisi Sekretaris ditempati Imam Achjar dan Bambang Didik yang juga Kepala SMKN I Lamongan sebagai Wakil Sekretaris.

Raih Juara Umum Partnership Road Safety Action

Masih seumur jagung di bawah kepemimpinan Bupati Fadeli, Lamongan tahun ini meraih peghargaan dari Gubernur Jatim sebagai juara umum lomba Partnership Road Safety Action Gubernur Award 2010. Penghargaan tersebut,

Selasa (28/9) diserahkan oleh Wagub Jatim Saifullah Yusuf di Mapolda Jatim.

Turut hadir dalam penyerahan juara tersebut, Kapolda Jatim Irjen Pol Badrodin Haiti serta Irjen Pol Djoko Susilo, Kepala Korps Lantas Polri. Juara umum tersebut diraih Lamongan karena meraih penghargaan di sejumlah kategori yang dilombakan. Yakni juara 2 Keberlanjutan Partnership Inovasi Penanganan Kecelakaan (laka). Kemudian pada kategori Keberlanjutan Partnership Penanganan Daerah Rawan Laka meraih juara pertama dan juara kedua untuk Partnership Aksi Operasi Ketupat Semeru 2010.

Lomba ini adalah terobosan dari Direktorat Lantas Polda Jatim untuk menekan angka laka lantas. Kegiatan ini melibatkan jajaran polisi, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan sejumlah instansi terkait tingkat kabupaten/kota se Jatim. Bukan hanya program inovatif masing-masing daerah yang dinilai, namun terkait aksi nyata untuk menurunkan jumlah laka lantas.

“Penghargaan yang diraih ini tidak lepas dari inovasi jajaran Polres Lamongan dalam menekan angka laka lantas. Selama ini laka lantas sering dikaitkan hanya dengan tugas polisi di jalan raya. Padahal ada banyak faktor yang memicu kecelakaan di jalan raya, “ ujar Plt Kabag Humas dan Infokom sesuai mendampingi di Mapolda Jatim.

Karena itu, lanjutnya, Pemkab Lamongan melalui sejumlah satuan kerja mengintensifkan identifikasi dan pengawasan daerah rawan laka atau black spot area. “Selain itu, masing-masing satker telah memiliki prosedur standar operasi dalam penanganan kasus di jalan raya sesuai bidangnya. Seperti rumah sakit, dinas kesehatan dan dinas perhubungan, “ papar dia.

Fadeli sendiri menyampaikan penghargaan tersebut juga tidak lepas dari kesigapan jajaran Polres Lamongan. Selain itu tingkat disiplin berlalulintas masyarakat Lamongan yang meningkat juga turut mengantarkan diraihnya penghargaan itu. “Karena itu penghargaan ini selayaknya menjadi penghargaan semua elemen masyarakat Lamongan, “ kata dia.

Fisik New Sembayat Barrage Bakal Lebih Kompleks

New Sembayat Barrage atau Bendung Gerak Sembayat Baru desainnya bakal lebih kompleks dari dua bendung gerak yang ada sebelumnya. Yakni bendung gerak di Bojonegoro serta bendung gerak di Kecamatan Babat/Lamongan. Hal itu karena fungsi New Sembayat Barrage juga akan lebih kompleks, bukan sekedar sebagai pengendali banjir.

“New Sembayat Barrage nantinya akan multifungsi, bukan hanya sebagai pengendali banjir. Namun juga sebagai penahan intrusi air laut serta sebagai sumber air. Termasuk untuk penyediaan air baku bagi industri dan rumahan. Karena itu baik kebutuhan lahan maupun desain fisiknya akan lebih kompleks dari Babat Barrage dan bendung gerak Bojonegoro yang berada di Kecamatan Trucuk dan Kalitidu, “ ungkap Kepala Dinas PU Pengairan Hari Sanjoto melalui Plt Kabag Humas dan Infokom Aris Wibawa, kemarin (25/9).

Realisasi pembangunan New Sembayat Barrage ini juga semakin menjadi kenyataan. Karena pada tahun anggaran 2011 telah disiapkan dana konstruksi sebesar Rp 150 miliar untuk pelaksanaan konstruksi tahap pertama. Sementara terkait pengadaan tanah seluas 13,174 hektar yang berada di Kecamatan Karangbinangun dan meliputi tiga desa, Pemkab Lamongan juga telah siap untuk memenuhinya. Menteri PU Djoko Kirmanto sendiri saat mengunjungi Lamongan aret 2010 lalu mengungkapkan pembangunan New Sembayat Barrage diperkirakan menelan anggaran Rp 800 miliar.

“Karena keberadaan bendung gerak ini merupakan kebutuhan yang harus segera diwujudkan, Pemkab Lamongan siap melaksanakan semua komitmen. Proses sosialisi pengadaan tanah sudah dilakukan oleh camat setempat. Demikian pula pengukuran dan pematokannya bersama Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo juga sedang dilaksanakan. Saat ini tinggal menunggu terbitnya Surat Persetujuan Penetapan Lokasi Pembangunan (SP2LP) New Sembayat Barrage oleh Gubernur Jatim untuk merampungkan semua proses pengadaan tanahnya, “ kata dia. “Di wilayah Gresik yang masuk Kecamatan Bungah, kebutuhan tanahnya seluas 82,693 hektar, “ tambahnya.

Pembangunan New Sembayat Barrage ini adalah bagian dari matriks kesepakatan antara pemerintahan dalam rangka penanganan banjir Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo. Dalam kesepakan tersebut, pemerintah pusat, dalam hal ini Departemen Pekerjaan Umum, bertanggung jawab dalam hal dana pembangunan dan kontribusi pembebasan tanah. Pemkab Lamongan dan Gresik bertanggung jawab pada koordinasi, kontribusi dan pembebasan tanah serta penyelesaian masalah sosial. Sementara Pemprov Jatim memiliki tangung jawab koordinasi dan kontribusi dana pembebasan tanah.

Rp 20 Juta Untuk Insan Olahraga Terbaik

Tiga orang insan olahraga terbaik di Lamongan Jum’at pagi (24/9), menerima penghargaan dan uang pembinaan dari Bupati Lamongan. Penghargaan dan uang pembinaan tersebut disampaikan melalui Wakil Bupati Amar Saifudin seusai menjadi inspektur upacara Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke 27 di lapangan alun-alun Kota Lamongan.

Tiga insan tersebut masing masing Supardi sebagai Pembina olahraga terbaik, kemudian Robby Aufar Rizqi dan Ubaidi Mukhsithon sebagai olahragawan terbaik. Pembina olahraga terbaik menerima uang pembinaan Rp 10 juta, sementara olahragawan terbaik masing-masing menerima Rp 5 juta.

Robby Aufar Rizqi yang merupakan siswa SMAN 2 Lamongan yang meraih medali emas dari cabang olahraga (cabor) panahan saat Pekan Olahraga dan Seni Pesantren Nasional (Pospenas) ke 5 Juli lalu di Surabaya. Sedangkan Ubaidi Mukhsithon meraih medali emas di cabor pencak silat Kelas F, juga di ajang Pospenas ke-5. Ubaidi sendiri adalah siswa dari SMAN Sugio yang juga santri di Ponpes Walisongo.

Saat membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga RI Andi A Malarangeng, Wabup Haornas ke 27 tahun ini mengusung tema Kebangkitan Olahraga Nasional Raih Prestasi Dunia. pemilihan tema tersebut menurutnya dimaksudkan untuk memotivasi semua pihak agar berperan aktif meningkatkan prestasi olahraga nasional. ”Tema ini menegaskan pentingnya pengarusutamaan olahraga yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk bersatu padu melakukan pembibitan dan pembinaan olahraga untuk berjaya meraih kejayaan prestasi pada tingkat regional maupun internasional, ” ujarnya.

Dengan tema itu, lanjutnya, dia berharap agar semua pihak untuk mendukung suksesnya kontingen Indonesia pada ajang Asian Games 2010 di Guangzho Tiongkok, serta tercapainya tri sukses penyelenggaraan Sea Games 2011 di Indonesia. “Kepada seluruh rakyat Indonesia, mari kita dukung dan doakan atlet-atlet kita agar mereka dapat mengibarkan bendera merah putih dan mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya dalam setiap ajang internasional, “ pungkasnya.