Senin, 01 Desember 2008

Tanam 248 Ribu Batang Pohon Penghijaun

Puncak hari menanam Pohon Indonesia di Lamongan kemarin (Jum'at, 28/11) dipusatkan Waduk Desa Jotosanur Kecamatan Tikung. Kegiatan yang dibuka oleh Bupati Lamongan tersebut ditandai dengan pemberian/penyerahan sejumlah 248 ribu batang pohon kepada Ketua Tim Penggerak PKK Endang Rijanti Masfuk, Camat Tikung Suwignyo, perwakilan Kolila ( Komite Peduli Lingkungan Hidup Lamongan ) Khoirul Huda dan tokoh masyarakat setempat.
Kegiatan yang merupakan bagian dari gerakan menanam 79 juta pohon yang dicanangkan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono tersebut juga melibatkan sekitar 1000 orang dari berbagai unsur masyarakat. Mulai dari siswa sekolah, anggota kepolisian resort Lamongan dan Kodim 0812 Lamongan. Bibit pohon tersebut terdiri dari bibit jati, tanjung, trembesi, melinjo, mangga, sukun, keben, glodokan dan sawo kecik. Gerakan ini akan terus digalakkan hingga ke desa-desa,  terang Kedinas Pertanian dan Kehutanan Lamongan Dojoko Purwanto dalam laporannya.
Sementara Bupati Masfuk dalam sambutannya menyampaikan pesan kepada masyarakat agar turut menjaga bibit pohon yang telah ditanam. Alam ini adalah harta karun kita, pemberian Allah SWT. Jadi ini bukan hanya tugas pemerintah saja, namun ini juga tugas kita semua. Jangan sampai pohon yang sudah ditanam ini dijadikan pakan ternak. Mulai hari ini, kita biasakan untuk melakukan penanaman,  tutur putera asli Lamongan itu.
Pada kesempatan sebelumnya, Masfuk saat membacakan sambutan Menteri Kehutanan MS Kaban menyampaikan pentingnya menjadikan gerakan menanam sebagai budaya. Kta menyadari bahwa menanam pohon bukan merupakan hal baru bagi rakyat Indonesia. Namun bagaimana kegiatan menanam pohon tersebut menjadi momentum strategis yang dilaksanakan oleh seluruh komponen bangsa mulai dari tingkat pusat sampai ke pelosok tanah air secara serentak. Hal ini tentu bukan sesuatu yang mudah apabila tidak dilandasi oleh suatu kesatuan yang bulat dari seluruh rakyat Indonesia,  kata dia.

Jumat, 28 November 2008

MTs Muhammadiyah 15 Juara Sepak Takraw

Kejutan saat Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) yang baru saja berakhir 23 Nopember lalu nampaknya menular pada ajang Kejuaraan Sepak Takraw antar klub di Kota Soto itu. Pada tingkat SMP sederajat, MTs Muhammadiyah 15 Lamongan berhasil menjadi yang terbaik. Sementara di tingkat SMA sederajat, SMA Mazroatul Ulum Paciran tampil sebagai juara pertama.
Kejuaraan yang digelar Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Lamongan dalam rangka mencari bibit baru olahraga sepak takraw itu dimulai sejak 25 Nopember lalu dan berakhir pada 27 Nopember di Gedung Bulu Tangkis Merpati Lamongan. Untuk tingkat SMP sederajat ada sejumlah 25 klub yang berlaga, sedangkan pada tingkat SMA sederajat diikuti 28 klub.
"Tampilnya MTs Muhammadiyah 15 Lamongan sebagai juara pada turnamen kali ini adalah sebuah kejutan. Karena sebelumnya nama klub sekolah ini tidak pernah terdengar pada ajang sepak takraw. Meski demikian, ini menunjukkan bahwa kemampuan atlet Lamongan semakin merata. Tidak lagi didominasi wilayah tertentu. Demikian pula dengan hasil pada tingkat SMA sederajat yang merata tanpa ada satu wilayah yang mendominasi, " terang Sekretaris KONI Lamongan Aris Wibawa. Menurut Aris, pemenang kejuaraan tersebut berhak embaa pulang piala, piagam dan sejumlah uang tunai.
Selengkapnya, pada tingkat SMP sederajat, juara II diraih SMPN 4 Lamongan, juara III oleh SMPN 1 Deket dan juara IV dari SMPN 1 Modo. Kemudian pada tingkat SMA sederajat, juara II diraih SMAN 1 Lamongan,
MA Mazroatul Ulum Paciran serta juara III diraih MA Darul Ma'aruf Payaman Solokuro. "Para pemenang pada tingkat SMA sederajat akan diproyeksikan untuk mewakili Lamongan pada gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang. Sementara para juara pada tingkat SMP akan menjadi pantauan kami sebagai bibit etlet potensial, " pungkas Aris.

Kabupaten Tertinggal Kunjungi Lamongan

Kabupaten Barito Kuala Propinsi Kalimantan Selatan yang merupakan salah satu diantara 199 daerah tertinggal di Indonesia, kemarin (Kamis, 27/11) melakukan kunjungan kerja (kungker) ke Kabupaten Lamongan. Kungker oleh Komisi I DPRD Barito Kuala tersebut dilakukan untuk belajar cara Pemkab Lamongan mengemplementasikan Perda Pemerintahan Desa.
Ketua rombongan kungker Husain Ahmad yang juga Ketua Komisi I DPRD Barito Kuala dalam keterangannya menyampaikan sangat terkesan dengan prestasi yang telah diraih oleh Lamongan. "Kabupaten kami adalah salah satu diantara 199 daerah tertinggal di Indonesia. Karena itu, besar harapan kami akan mendapat banyak ilmu dari kunjungan kami ke Lamongan ini. Karena kami melihat Lamongan adalah daerah yang bagus dalam penerapan Perda dan usaha memajukan daerahnya, " ujar dia.
Sementara Asisten Tata Praja Setda Kabupaten Lamongan dalam sambutannya menyampaikan bahwa pada awalnya, terdapat banyak kesamaan antara Kabupaetn Lamongan dan Kabupaten Barito Kuala. "Kita sama-sama berada di sekitar aliran sungai besar, yakni Sungai Bengawan Solo di Lamongan dan Sungai Barito di Kabupaten Barito Kuala. Lamongan dulu juga adalah daerah yang tidak diperhitungkan. Namun dengan inovasi dan kerja keras terutama dari Bapak Bupati (Masfuk), saat ini Lamongan menjadi daerah idola dengan adanya Wisata Bahari Lamongan (WBL) dan berbagai investasi yang masuk, " jelasnya.
Selain Komisi I DPRD Barito Kuala, turut serta dalam rombongan kungker tersebut Aisisten II Setda Kabupaten Barito Kuala Amali Wajar, Plh Kabag Hukum Syahniam dan unsur pimpinan di Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa

Empat Hari Operasi Sayang, 71 Siswa Terjaring

Sejumlah 71 siswa yang bolos saat jam sekolah terjaring dalam rangkaian Operasi Sayang yang sudah memasuki hari keempat. Setelah menggelar operasi di Kecamatan Lamongan Kota dan Babat serta Ngimbang, operasi yang melibatkan tim gabungan dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Dinas Pendidikan dan SatpolPP Lamongan itu kemarin dilaksanakan di Kecamatan Sugio dan Kedungpring.

"Sampai dengan hari keempat pelaksanaan Operasi Sayang, total ada 71 siswa yang terjaring karena bolos saat jam sekolah. Mereka rata-rata terjaring operasi saat main di persewaan playstation atau saat sekedar nongkrong di jalan. Bahkan kemarin saat melakukan Operasi Sayang di Kecamatan Ngimbang, tim kami menemukan tujuh orang siswa yang bolos itu sedang asyik bermain bilyard. Sementara di Kecamatan Sugio dan Kedungpring hasil operasi kami nihil alias tidak mendapati siswa yang keluyuran saat jam sekolah. Ini membuktikan bhawa efek jera dari operasi ini sudah sukses, " tutur Kasi Operasi dan Pengamanan Satuan Polisi Pamongan Praja Lamongan Sukiman.
Bagi siswa yang tertangkap, lanjut Sukiman, mereka langsung dikumpulkan dan diberikan pembinaan dari Dinas Pendidikan dan Kepala Sekolah yang bersangkutan juga dipanggil untuk memberikan pembinaan. Sementara bagi siswa diharuskan membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan yang sama.
"Guru dan Kepala Sekolah di Babat dan Ngimbang sangat menyambut positif Operasi Sayang ini. Karena secara langsung akan membantu tugas mereka. Selain itu, dengan adanya operasi semacam ini, secara efektif kedisiplinan siswa juga dapat ditingkatkan, " ujar dia. Menurut Sukiman, Operasi Sayang akan terus digelar hingga mencakup semua 27 kecamatan di Kabupaten Lamongan.
Berdasar data Satpol PP saat Operasi Sayang di Kecamatan Ngimbang, yang paling banyak kedapatan bolos saat jam sekolah adalah 13 orang siswa SMK Mahardika Ngimbang. Kemudian masing-masing empat orang siswa dari SMK PGRI Ngimbang dan SMK Muhammadiyah 5 Babat, tiga orang siswa SMK Muhammadiyah 3 Ngimbang, dua orang siswa SMP Mahardika dan masing-masing satu orang siswa dari SMPN 1 Modo dan SMK NU Al Hidayah.

Puskesmas Mantup Jadi Unit Percontohan Jatim

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Mantup Kabupaten Lamongan ditetapkan Gubernur Jatim sebagai unit pelayanan percontohan di Jatim. Penetapan tersebut disampaikan lewat Surat Gubernur nomor 065/14997/041/2008 perihal Unit Pelayanan Percontohan Jatim Tahun 2008.
Penetapan UPT Puskesmas Mantup tersebut, menurut Kabag Organisasi Setda Lamongan Abdul Mu'is melalui Kabag Humas dan Protokol Aris Wibawa, setelah berhasil menyisihkan 32 unit kerja lain di seluruh Jawa Timur. "Kepala UPT Puskesmas Mantup dr. Taufik akan menerima penghargaan dan stimulan dari Gubernur Jatim pada acara peringatan HUT Ke 37 KORPRI pada Senin 1 Desember mendatang di Halaman Gedung Negara Grahadi Surabaya, " tutur dia.
"Bukan pekerjaan mudah untuk menjadikan Puskesmas Mantup sebagai unit pelayanan percontohan, " sambung Aris. Karena menurutnya, pembentukan kinerja tersebut berangkat hampir dari nol, beda dengan RSU dr. Saiful Anwar Malang misalnya yang sudah terkenal sebagai rumah sakit besar. Saat ini UPT Puskesmas Mantup sedang dalam proses untuk mendapatkan ISO 9001:2000 untuk meningkatkan pelayanannya. Karena itu, penghargaan ini semoga bisa menjadi pemacu dan motivator bagi unit kerja lainnya di Lamongan agar meningkatkan pelayanannya, " ujar dia.
Fasilitas unggulan di UPT Puskesmas Mantup diantaranya layanan UGD 24 jam yang telah memiliki pelayanan rawat darurat, pelayanan operasi kecil, penanganan kecelakaan dan pelayanan rawat inap. UPT ini juga telah memiliki laboratorium lengkap, alat rekam jantung dan apotik sendiri.
Bersama UPT Puskesmas Mantup, yang masuk predikat baik dalam ajang unit percontohan Jatim ini adalah Balai Pelayanan Kesehatan RSD Kabupaten Jombang, RSU dr. Saiful Anwar Malang, Kantor Pelayanan Perijinan Kabupaten Pacitan, PDAM Kabupaten Banyuwangi, Puskesmas Medokan AYU Kota Surabaya, RSD dr. H. Moh. Anwar Kabupaten Sumenep dan Puskesmas Wonoasih Kota Probolinggo.
Sementara yang berhasil meraih predikat terbaik yakni SMKN Purwosari Kabupaten Pasuruan, RSU Haji Surabaya, KB SAMSAT Kediri Katang, Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Malang, Puskesmas Pasirian Kabupaten Lumajang, PDAM Kabupaten Madiun, RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik dan Puskesmas Purwodadi Kabupaten Pasuruan