Selasa, 03 Maret 2009

Hadapi Persiba, Pemain Persela Diminta Sabar

Persela Lamongan akan memulai laga tandangnya di pulau Kalimantan nanti sore (2 Maret). Persela Lamongan akan dijamu oleh Persiba Balikpapan dalam lanjutan putaran ke II Liga Super Indonesia (ISL) 2008/2009. Untuk itu Pelatih Persela M. Basri meminta anak asuhnya untuk tampil lebih sabar. Sebab, jika bermain dikandang Persiba terkenal garang dan cenderung bermain keras.

Untuk meladeni permainan Persiba Basri akan mencoba menerapkan strategi serangan balik. “Begitu mendapatkan peluang bola yang bagus, pemain diinstruksikan untuk melakukan serangan balik dengan cepat dan akurat,” katanya.

Untuk mewujudkan skema tersebut, Basri berencana memasang tiga trisula penyerang sekaligus. Marcio Souza da Silva, Carlos Raul “Charlie” Sucati dan Jimmy Suparno. Tiga striker ini akan ditunjang dengan dua pemain sayap Tommy Rifka di kanan dan Agustiar Batubara di kiri.

“Namun demikian kita tetap waspada di daerah pertahanan. Untuk ini Edgar dan Alex mempunyai tugas berat. Selain mampu menyuplai bola ke atas, dia juga harus mampu bertahan di areal lapangan tengah,” jelasnya.

Hal lain yang ditekankan kepada para pemain Persela adalah faktor non teknis, yaitu 'teror' dari pendukung tuan rumah. “Pengalaman itu pernah kita alami. Untuk itu mental kita harus dipersiapkan sekuat mungkin. Dan pemain sudah diinformasikan untuk menjaga kesabaran. Termasuk saat meladeni main keras lawan,” kata Agus Yuwono, Asisten Pelatih Persela.

Senin, 02 Maret 2009

Gotong Royong Singkirkan Bengok

Bengok memang menjadi satu masalah tersendiri ketika musim hujan tiba di Lamongan. Tumpukan bengok di sungai-sungai di Lamongan ketebalannya bisa mencapai satu meter lebih. Sehingga menghalangi aliran air di sungai menuju laut, terutama di jembatan-jembatan yang ada. Sangking tebalnya bengok tersebut, seorang pria dewasa yang berdiri diatas onggokan bengok itupun tidak akan tenggelam ke sungai. Butuh waktu sekitar dua jam bagi warga Glagah untuk menyingkirkan endapan bengok tersebut.

Masfuk dalam keterangannya menyambut baik keguyuban masyarakat untuk kerja bakti menyingkirkan bengok yang menghalangi aliran sungai itu. Dengan gotong royong tersebut menunjukkan kalu masyarakat juga bisa membantu pemerintah untuk mengatasi permasalahan yang berada di lingkungannya. “Karena ada keterbatasan tangan pemerintah, tidak semua masalah bisa dipikul pemerintah sendiri, “ tutur dia.

Sebelum bersama masyarakat melakukan gotong royong itu, di pelataran alun-alun Kota Lamongan seusai senam pagi, Masfuk bersama Tsalits Fahami dan Sekkab menyerahkan sejumlah bantuan paket sembako pada pasukan kebersihan di Lamongan. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan semangat pasukan kebersihan sehingga Adipura bisa menjadi milik Lamongan lagi.

Bantuan paket sembako sembako tersebut diberikan pada 303 orang selama lima bulan kedepan. Sehingga akan ada sejumlah 1.515 paket sembako yang akan diberikan. Rincian bantuan tersebut akan diberikan pada 144 orang pasukan kuning, petugas taman dan penyampah pada Dinas PU Cipta Karya. Kemudian untuk 56 orang pasukan kuning RT dan pengangkut sampah di Kecamatan Lamongan. Sementara selebihnya untuk pasukan kuning dan pengangkut sampah di Kecamatan Babat, Brondong, Paciran dan pengangkut sampah di pasar-pasar.

Diteken MOU pembangunan pasar

Kota babat memasuki babak baru. Kota yang bertahun2 nyaris tanpa penataan sehingga kondisinya kumuh dan semerawot tersebut,tidak lama lagi akan tertatah.sehinga,babat yang posisinya sangat strategis di persimpangan jalur ekonomi surabaya-tuban-jombang-bojonegoro akan lebih disegani kota perdagangan di jawa timur

Penataan tersebut akan di focuskan pada pasar babat yang selama ini sebagai pusat perdagangan.pasar dengan luas 20.127M2 tersebut harus menampung 2.000 pedagang saja ,ideal hanya 925 pedagang saja sehinga posisi pasar tersebut terlihat becek,kumuh,semerawot dan sumpek membuat terhambatnya pengembangan aktivitas perekonomian.

Padahal,ganerasi muda dunia usaha perdagangan dikota itu sangat membutuhkan pembukaan kawasan perdagangan baru untuk lapangan pekerjaan. Dalam pelaningya,pasar babat tersebut akan di rehab menjadi pasar babat moderen Khusus untuk barang-barang kering.seperti pakaian,elektronika, alat-alat kantor,dll.sedangkan untuk barang dagangan jenis basah, seperti sayuran,sembako,ikan,daging,dll,akan di alihkan di pasar agrobis yang dibangun di bekas terminal babat di dasa plausan babat.

Babak baru penataan pasar babat tersebut ditandai dengan penandatanganan memorandum of under Standing (MOU) antara direktur PT.Karsa Bayu Bangun Perkasa Jakarta,T.Susilo Handoko selaku infestur Pembangunan pasar babat moderen dengan bupati lamongan, Masfuk penandatangan MOU tersebut berlangsung di ruang kerja bupati lamongan pada 20 februari lalu. hadir dalam acara tersebut,Wabup tsalist Fahami,sekkab fadeli,kepala dinas perindustrian,perdagangan,dan koperasi mursyid,serta pejabat lainya.

Dalam MOU tersebut infestur tersebut menyiapkan dana sekitar Rp 70.miliar, masing masing sebesar Rp 50.miliar untuk membangun pasar babat moderen dan Rp 20 miliar untuk pasar agrobis.”ifestur Tersebut juga yang membangun pasar turi surabaya saat ini juga mambangun 20 pasar kabupaten/kota di jawa tengah sehinga cukup berpengalaman ,”kata mursyid.

Sedangkan bupati masfuk menandaskan agar pedagang lama jangan sampai tercecer karena usaha dagangannya itu merupakan masa depannya. Menurut dia, kalau ada yang kesulitan dana,pejabat terkait harus memfasilitasi dengsn fihak perbankan.”bahkan,pembangunan pasar babat ini akan memberi kesempatan PKL menjadi pedagang formal,”


ADD Tahun Ini Rp 27,328 Milyar

Dana Alokasi Dana Desa (ADD) Kabupaten Lamongan tahun ini sama persis jumlahnya dengan alokasi ADD tahun lalu, yakni Rp 27,328 milyar. Dengan jumlah desa paling banyak di Lamongan, yakni sejumlah 29 desa, Kecamatan Glagah akan mendapat dana ADD paling besar diantara kecamatan lain, yakni sebesar Rp 1.676.500.000.

Besaran ADD Lamongan naik pesat dari ADD pada 2000 silam, yakni hanya Rp 4,266 milyar. Sementara ADD paling besar pada tahun 2006, yakni sejumlah Rp 35,931 milyar. Jumlah alokasi itu kemudian menjadi Rp 27.379.953.000 pada tahun 2007.

Pembagian ADD ini selain menggunakan asas pemerataan atau alokasi dana desa minimal (ADDM), juga tidak meninggalkan asas keadilan atau alokasi dana desa proporsional (ADDP). Penghitungan ini didasarkan pada nilai bobot desa, jumlah desa yang dimiliki dan jumlah dusunnya.

Untuk desa kelas I, akan mendapat ADD sebesar Rp 51,5 juta. Sementara untuk desa dengan kelas II dan III masing-masing akan mendapat ADD sebesar Rp 46, 5 juta dan Rp 41, 5 juta. Sementara untuk bantuan dusun (Bansun) nominalnya sama untuk semua dusun yakni Rp 5,5 juta setiap dusunnya.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Lamongan Abdul Wahib melalui Kabag Humas dan Infokom Lamongan menyampaikan ADD tersebut adalah bantuan stimulan untuk membiayai program pemerintahan desa dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. “Pengelolaan dana ini sepenuhnya dipercayakan pada pemerintahan desa beserta masyarakatnya. Dengan harapan bisa meningkatkan pasrtisipasi masyarakat dalam pembangunan. Pemkab melalui Bapemas hanya sebagai coordinator pelaksanaannya. Untuk ADD tahun ini, dana swadaya masyarakat diperkirakan mencapai 30 persen dari total dana ADD, “ ungkap dia.

Aris menjelaskan, desa penerima dana ADD ini juga mendapat pengawasan dan evaluasi oleh Tim Kecamatan dan kabupaten. “Bagi desa yang terbukti taat azas atau dinilai telah melanggar ketentuan pedoman umum pelaksanaan ADD dan petunjuk teknisnya, bisa dikenai sanksi berupa pengurangan biaya operasional ADD antara 20 hingga 50 persen pada tahun berikutnya. Jadi dana ini harus dikelola dengan sebaik-baiknya, “ tutur dia.

Selain jumlah desa yang dimiliki, jumlah dusun yang dimiliki juga sangat berpengaruh pada besaran ADD yang diterima. Misalnya penerima ADD terkecil tahun ini adalah Kecamatan Brondong sebesar Rp 535 juta yang memiliki 9 desa dan 23 dusun. Kemudian Kecamatan Bluluk dengan jumlah desa yang sama dengan Brondong mendapat ADD sebesar Rp 599 juta karena memiliki dusun lebih banyak, yakni sejumlah 41 dusun. Desa Sukorame Kecamatan Sukorame yang memiliki 12 dusun akan menerima ADD terbesar diantara 462 desa di Kabupaten Lamongan, yakni sebesar Rp 112, 5 juta.

Jumat, 27 Februari 2009

Minta Pelatih Evaluasi Tim Persela

Siapa yang tidak akan kecewa jika rekor tak terklahkan dikandang sendiri tak mampu dipertahankan dengan cara kalah dengan skor mencolok 1-3 dari Persipura. Untuk itu Ketua Umum sekaligus Manajer Persela Masfuk menginstruksi pelatih M. Basri mengevaluasi tim secara serius setelah laga di Stadion Surajaya pada 23 Februari itu.

Menurut pria yang juga bupati Lamongan tersebut, di Persela tidak ada pemain yang dianakemaskan. 'Kalau memang kondisi tidak memungkinkan dan pemain tersebut perlu diganti, lakukan saja. Di Persela tidak ada anak emas-emasan, semua sama,' katanya.
Manajer yang membawa Persela hingga seperti sekarang ini juga mengingatkan para pemain asing. 'Meskipun mereka kami kontrak dengan harga lebih mahal, kalau penampilannya kurang sesuai dengan keinginan, mereka secepatnya juga bisa diganti. Karena sudah terbiasa dalam sebuah pertandingan, keberuntungan seorang pemain bisa jadi datang dari pemain cadangan juga,' imbuhnya.

Masfuk yang menyaksikan laga itu dari bench ofisial tim menilai, ada ketidakbiasaan dari pemain Persela di laga tersebut. Menurut dia, tidak biasanya tim kesebelasan kebanggaan warga Kota Lamongan itu tampil kurang gereget di kandang sendiri. 'Semangatnya tidak menyala-nyala, tidak seperti saat kita lawan Persib Bandung di kandang lawan,' ujarnya