Rabu, 07 Januari 2009

Suporter Pilih Charlie

Dukungan untuk merekrut Carlos Raul Sucati alias Charlie tak hanya datang dari rekomendasi Pelatih Persela Lamongan M. Basri. Suporter Persela Lamongan yang tergabung dalam LA Mania juga menginginkan pemain Argentina itu masuk skuad tim berjuluk Laskar Joko Tingkir.

Para LA Mania menyatakan setuju apabila Basri merekrut mantan pemain asing Persijap Jepara. Menurut pentolan LA Mania Ainy Hidayat, berdasarkan penilaian kalangan suporter pemain ini memiliki kemampuan yang lebih bagus dari sekian banyak pemain seleksi yang telah mencoba bergabung dengan Persela.

“Selama ini barisan depan Persela masih perlu dipertajam. Mudah-mudahan dia (Charlie) bisa menjadi tandem yang produktif bagi Marcio dan bukan sebaliknya,” harapnya.

Harapan lainnya dari suporter yang diwakili Dayat adalah agar Persela tidak terlena di putaran kedua Indonesia Super League (ISL). Dia berharap tradisi Persela bisa ditruskan yakni, jika di putaran pertama peringkat bawah namun pada putaran kedua bisa diperbaiki.

Untuk ISL kali ini pada putaran pertama Persela cukup menjanjikan dan masih bercokol di peringkat atas. “Prestasi putaran I pada ISL kali ini jelas membanggakan bagi kami. Tetapi kami berharap jangan sampai pada putaran II nanti posisi Persela justru akan terjerembab di papan bawah. Kalu bisa masuk tiga besar, bahkan bisa meraih juara,” katanya.

250 Dokter Gigi Ikuti Seminar Kegawatdaruratan

Sejumlah 250 dokter gigi dari berbagai daerah di Jawa timur, kemarin (Selasa, 6/1) mengikuti Seminar dan Table Clinic Kegawatdaruratan Pada Bidang Kedokteran Gigi di Auditorium Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML). Seminar selama dua hari tersebut dibuka Bupati Lamongan Masfuk.
Menurut Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) cabang Lamongan drg Edward Syah Amin, dari 250 peserta seminar itu, 40 diantaranya adalah dokter gigi di Lamongan. Sementara selebihnya berasal dari berbagai daerah di Jatim seperti Kabupaten Lumajang, Malang dan Kediri.
Sementara Masfuk dalam sambutannya menuturkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi saat ini masih kurang. Karena itu, kata Masfuk, peran dokter gigi akan sangat besar jika mau mensosialisasikan pentingnya menjaga kesehatan gigi. "Kalau tempat prakter dokter gigi sepi, itu salah dokternya sendiri karena tidak peduli dengan lingkungan sekitar. Padahal kalu dokter gigi mau mensosialisasikan bahwa seharusnya gigi itu diperiksakan rutin enam bulan sekali, dampaknya akan sangat besar, " tutur dia.
Selain itu, Masfuk juga berharap agar para dokter mau untuk membuka wawasan. "Jangan hanya berkutat seputar hal medis saja. " kata dia. "Saya yakin seminar kali ini akan sangat bermanfaat bagi dokter gigi. Namun demikian, dokter juga harus tahu manajemen kesehatan dan turut berperan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di sekitarnya. Hal ini terutama untuk dokter yang bertugas di Puskesmas agar bisa merangkul tokoh masyarakat untuk membantu meningkatkan kesehatan masyarakat, " ujarnya.
Pemateri pertama dalam seminar itu, Peter Agus dari Departemen Bedah Mulut dan Maksilofasial Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga Surabaya menyampaikan, kegawatdaruratan medik di bidang kedokteran gigi bisa terjadi pada praktek sehari-hari. "Kegawatdaruratan dapat berupa penderita tidak sadar (unconsiousness), kelainan kardovaskuler, alergi obat-obatan, gangguan pembekuan darah dan komplikasi tindakan anestesi, " ungkap dia.
"Anestesi lokal yang digunakan di bidang kedokteran gigi merupakan penyebab terbesar komplikasi obat-obatan yang paling sering digunakan pada praktek kedokteran gigi, " lanjut dia. Menurut dia, efek samping tindakan anestesi lokal dapat terjadi karena aplikasi anestesi lokal yang tidak benar jenis dan dosis yang berlebihan. "Komplikasi local akibat anestesi lockal dapat diminimalisir dengan mengikuti prosedur atau prinsip dasar anestesi lokal, " imbuhnya.
Pembicara lain dalam seminar tersebut yakni Anas Makhfud yang memberikan materi penanggulangan penderita gawat darurat pada pasien gigi. Kemudian Karlina Samadi dan Cecilia G J Lunardhi yang memberikan materi perawatan trauma gigi untuk perbaikan estetik. Selain penyampaian materi, seminar itu juga diisi demo penanganan kegawatdaruratan medis dan Table Clinic.

Gara-gara Ulat Putih Latihan Diliburkan

Libur Panjang belum berakhir, ya itulah yang terjadi saat Persela Lamongan baru memulai latihan lagi sehari setelah mengistirahatkan para pemain selama seminggu. Tetapi libur latihan kali ini bukan disebabkan oleh banyaknya pemain yang absen dalam latihan. Para pemain tim berjuluk Laskar joko Tingkir libur karena rumput di stadion Surajaya Lamongan terkena serangan hama ulat. Oleh karena itu lapangan tidak bisa digunakan latihan.

“Tidak lama kok, kami meminta lapangan tidak dipakai sementara ini agar obat yang kami semprot bisa masuk kedalam tanah dulu, kalau hujan pengobatan itu bisa lebih cepat,” kata Teguh Ali Sabudi, Kepala seksi di dinas PU Cipta Karya yang menangani pemeliharaan stadion Surajaya.

Serangan ulat itu menurut Teguh, cukup membahayakan. Ulat putih sepanjang dua sentimeter itu hidup di dalam tanah dan memakan akar rumput. Jika rumput di stadion terlihat cokelat mulai mengering berarti di bawahnya banyak terdapat ulat.

Pelatih Persela M. Basri tidak mempermasalahkan hal tersebut. Dia mengatakan hanya akan menyajikan latihan fisik hari ini. “Itu bisa dilakuakn di pinggir lapangan,” katanya.

Selasa, 06 Januari 2009

Roni Akan Jalani Radioterapi

Berdasar hasil diagnosis patologi anatomi dari Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya, penyakit yang diderita Roni (10) berupa benjolan besar hampir seberat tiga kilogram diwajahnya adalah fibro angioma. Dengan hasil ini, tindakan medis yang mungkin dilakukan adalah dengan dilakukan radioterapi. Hal tersebut disampaikan Direktur RS dr Soegiri Lamongan dr. Herry Widijanto, Senin (5/1) di depan ruang operasi RS dr Soegiri.
"Jadi dari hasil diagnosis patologi anotomi dari Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya, Roni, warga Dusun Bululor, Desa Tugu Kecamatan Mantup ini menderita kanker jenis fibro angioma, atau kanker yang berupa pelebaran pembuluh darah. Berdasar hasil diagnosis ini berarti tindakan medis berupa operasi maupun kemoterapi tidak dapat dilakukan. Melainkan hanya bisa dilakukan dengan metode radioterapi. Yakni pengobatan kanker dengan sinar radioaktif, " ungkap Herry Widijanto.
Sebenarnya, lanjut Herry, sudah sejak dua tahun lalu Roni mendapat perawatan dan perhatian dari Pemkab Lamongan. "Sebelumnya Roni sudah menerima radioterapi sebanyak tiga kali. Namun perawatan ini belum berhasil. Oleh karena itu tim dari Pemkab atas perintah Bapak Bupati (Masfuk) sekarang sedang mengadakan konsultasi dengan RS dr Soetomo Surabaya apa langkah selanjutnya yang bisa diambil. Jika memang hasil konsultasi itu mengharuskan melakukan tindakan radioterapi hingga 10 kalipun, besok pasien akan kami berangkatkan ke Surabaya. Karena pasien ini masuk dalam database Jamkesmas, maka semua tindakan medisnya akan ditanggung negara. Sementara untuk biaya akomodasi keluarganya selama menunggui akan ditanggung Pemkab Lamongan. Seperti hari ini yang telah dilakukan melalui Bagian Kesmasy telah disalurkan dana santunan dari Pemkab Lamongan pada keluarga Roni, " tuturnya.
Sudah tiga hari ini Roni mendapat perawatan di RS dr Soegiri Lamongan. Untuk sementara ini, tindakan yang bisa dilakuka sebelum adanya tindakan radioterapi adalah meredakan rasa nyeri dan sakit di kepala pasien. Anak kedua dari buruh tani Asrip dan Karsiyanin ini seperti diberitakan sebelumnya menderita semacam tumor yang bersarang di kepalanya dan kian hari kian besar.
Sebelumnya, Roni sempat menjalani radioterapi hingga tiga kali di RS dr Soetomo Surabaya pada 2005 lewat pengantar dari Puskesmas Mantup. Setelah terapi ini, benjolan yang gejala sakitnya mulai dirasakan sejak kelas 1 SD itu sempat mengecil, namun karena setelah itu tidak dilakukan kontrol, benjolan itu membesar kembali.

Juara MQK Nasional Terima Beasiswa Hingga S3

Berbagai penghargaan dan tali asih kemarin diberikan seusai upacara Hari Amal Bhakti (HAB) Departemen Agama ke 63 di Alun-alun Kota Lamongan (Sabtu, 3/1). Diantaranya pemberian beasiswa hingga S3 kepada Inayatus Sholihah, santriwati Ponpes Matholi'ul Anwar Karanggeneng yang menjadi juara nasional Muabaqoh Qiro"atul Kutub (MQK) III bidang tafsir tingkat ulya, di Banjarbaru Kalimantan Selatan pada 1 -5 Desember lalu.
Selain itu, pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan perangkat hisab dan rukyat dari Depag RI pada Badan Hisab dan Rukyat Lamongan senilai Rp 150 juta dan bantuan seperangkat komputer juga dari Departemen Agama atas prestasi Unit Pengumpul Zakat Kandepag Lamongan. Juga diserahkan bibit secara simbolis oleh Bupati Lamongan Masfuk pada Kakandepag Lamongan dalam rangka penanaman produktif sebanyak 10 ribu batang pohon.
Sementara Masfuk saat membacakan sambutan Menteri Agama RI mengajak untuk melakukan refleksi terhadap tuntutan kesejarahan dan kesanggupan bersama secara jujur dan ikhlas untuk melakukan evaluasi kritis terhadap posisi dan peran institusi.
"Kita perlu makin menyadari, bahwa tantangan pembangunan agama dewasa ini semakin kompleks dan mendasar. Kita tengah menghadapi terjadinya perubahan peta kehidupan keagamaan akibat perkembangan pendidikan dan pertumbuhan bidang keilmuan serta gencarnya arus pertemuan persentuhan budaya dan corak pemikiran keagamaan. Kompleksnya permasalahan itu berimplikasi pula pada tidak sederhananya tantangan dan tuntunan peran yang harus dijalankan Departemenh Agama, " tutur dia.